Puluhan Penambang di Merangin Jambi Terjebak, Tujuh Dipastikan Tewas

Ilustrasi/ vivanews

JAMBI – Puluhan tim gabungan Basarnas, BPBD Merangin, Sar Brimob,TNI, Polri diterjunkan untuk mencari korban penambang yang terjebak di lokasi tambang emas ilegal lubang jarum di Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarab Kabupaten Merangin, Jambi.

Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya melalui Kapolsek Sungai Manau Iptu Nixon menjelaskan, untuk korban jiwa dirinya belum bisa memastikan berapa banyak jumlahnya. Namun saat kejadian ada 26 pekerja tambang yang bekerja saat itu.

“Hingga saat ini belum ada tanda-tanda korban bisa dievakuasi dari dalam lubang. Sebab air yang masuk ke dalam lubang berasal dari Sungai Batang Merangin,” jelasnya, Selasa (4/9/2018), dilansir Sindo.

“Jika yang tujuh nama pada pertama kali diumumkan,itu sudah kita pastikan sudah meninggal di dalam lubang. Selebihnya kita belum bisa pastikan, sebab kita tidak bisa melakukan evakuasi,” tutupnya

Namun, dalam pencarian korban yang memasuki hari kedua, tim terkendala kurangnya alat untuk melakukan evakuasi. Ditambah masih banyaknya air mengenangi lubang tambang yang kedalamannya mencapai 70 meter lebih dari permukaan tanah.

Dari data pihak kepolisian, seluruh pekerja tambang yang ada saat kejadian berjumlah 26 orang. Saat itu seluruh pekerja terbagi dari tiga rute. Dimana struktur tambang 48 meter vertikal dari dasar tanah, dan horizontal ke kiri sepanjang 70 moter, horizontal ke kanan sepanjang 30 meter ke pinggir sungai.

Dari keseluruhan nama-nama tersebut,pihak kepolisian hanya bisa mengatakan ada tujuh yang dinyatakan meninggal di dalam lubang jarum. Selebihnya belum bisa dipastikan meninggal di lokasi tambang.

 

Advertisement