Puluhan Pengungsi Diwisuda Usai Ikuti Pelatihan Wirausaha yang Digelar Dompet Dhuafa

JAKARTA – Puluhan peserta Training Progam of Indonesian Enterpreneurs and Refugees yang mengikuti progam pelatihan wirausaha yang digelar Dompet Dhuafa dengan UNHCR, ILO, dan Universitas Atma Jaya, berhasil diwisuda di Jakarta, pada Kamis (14/2/2019).

Program pelatihan bagi para pengungsi dan pemuda ini dimulai pada September 2018, untuk melatih para pengungsi dan pemuda Indonesia untuk menjadi wirausaha muda.

“Saya dari Somalia, di negara saya penuh dengan perang, ayah saya terbunuh. Empat tahun lalu, saya putuskan untuk pergi ke Indonesia. Di sini orang-orang sangat baik dan terbuka. Hanya saja saya tidak bisa bekerja di sini, jadi saya kesulitan mendapatkan penghasilan,” terang Zakaria (28), salah satu pengungsi asal Somalia.

Bukan hanya Zakaria, masih banyak pengungsi yang bernasib sama dengannya di Indonesia. Pada 2017 saja, ada sekitar 14.000 pengungsi lintas negara di Indonesia. Kebanyakan berasal dari negara konflik seperti Somalia, Afganistan, dan lain sebagainya.

“Alhamdulillah, saya mendapatkan kesempatan untuk ikut dalam progam tersebut. Saya dapat banyak sekali ilmu. Setelah ini, saya ingin membuka usaha sendiri,” tambah Zakaria.

Dengan selesainya progam, diharapkan akan adanya keserasian antara masyarakat lokal dan pengungsi dalam hal pengentasan kemiskinan. Selain itu juga menjadi jalinan kerja sama keduanya untuk membangun bisnis bersama.

“Mereka (pengungsi) memiliki potensi yang besar, mereka datang dengan banyak ketrampilan, dan progam ini membantu mereka mempraktekanya. Mereka memiliki talenta dan keterampilan, serta banyak hal yang perlu dipertukarkan dengan masyarakat setempat. Jadi, program tersebut menyatukan mereka untuk mengetahui apa itu bisnis, dan mudah-mudahan bisa memulai bisnis untuk ide apa pun yang mereka miliki,” terang Thomas Vargas, Representative UNHCR Indonesia, dilaporkan Zul dari Dompet Dhuafa.

Advertisement