Puluhan Peserta MPZ dan Relawan DD Antusias Ikuti Pelatihan Kebencanaan

JAKARTA, KBKNEWS.id – Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) bersama tim Mitra Pengelola Zakat (MPZ) Regional Kalimantan menggelar kegiatan Capacity Building – Pelatihan Tanggap Bencana (CB-PTB pada 15–17 Juli 2025 di Bumi Perkemahan Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah.

Sebanyak 40 peserta dari 5 lembaga MPZ dan Relawan Dompet Dompet yang tersebar di berbagai wilayah di Kalimantan mengikuti kegiatan ini yang bukan sekadar menjadi ajang pembekalan teknis kebencanaan, tetapi juga menjadi ruang edukasi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemberdayaan filantropi berbasis kearifan lokal maupun nasional yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, MPZ sebagai mitra lokal Dompet Dhuafa diharapkan mampu tidak hanya mengelola dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) secara efektif, tetapi juga memahami strategi penanganan bencana dengan pendekatan yang cepat, tanggap, dan profesional.

“Kesiapsiagaan adalah poin penting yang harus dimiliki setiap relawan. Tugas kemanusiaan adalah tugas kita bersama. Apalagi musibah bisa datang kapan saja tanpa kita duga. Maka, penting bagi kita untuk terus melatih ketanggapan atas segala situasi,” ujar Rizqi Tajuddin, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Kalimantan Tengah saat menyampaikan amanat dalam upacara pembukaan pelatihan.

Rizqi juga menekankan pentingnya profesionalisme dan komitmen dalam menjalankan peran sebagai pelayan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa keterampilan dan kecerdasan harus menjadi bekal utama bagi relawan, seiring dengan kompleksitas tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.

Pelatihan ini terdiri atas materi teori, praktik lapangan, dan simulasi bencana. Para peserta dibekali dengan pengetahuan teknis seperti pemadaman api ringan, triage dan pertolongan pertama, manajemen relawan dan logistik, hingga pembentukan dapur umum darurat.

Materi penanganan kebakaran disampaikan oleh tim pemadam kebakaran setempat, sementara sesi pertolongan pertama kolaboratif dilaksanakan bersama Palang Merah Indonesia (PMI).

“Sebagai relawan, kita tidak hanya perlu niat dan semangat, tetapi juga kapasitas dan keterampilan teknis. Tim yang terorganisir dengan baik bisa menjadi pembeda antara penanganan yang efektif dan yang berisiko,” ujar Alpius, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah.

Salah satu peserta, Zainab Khoirunnisa, yang berasal dari MPZ Saku Sahabat, Balikpapan, Kalimantan Timur, mengaku sangat antusias mengikuti pelatihan. Ia bahkan menempuh perjalanan darat selama 19 jam untuk hadir langsung di lokasi.

“Selama ini saya lebih banyak fokus pada program ZISWAF. Tapi pelatihan ini membuka wawasan baru saya tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana. Saya mendapatkan banyak ilmu baru, baik soal kebencanaan, manajemen program, maupun strategi fundraising,” ungkapnya.

Menurut Zainab, sesi paling berkesan adalah saat simulasi bencana di hari terakhir. Simulasi ini menggambarkan skenario nyata dalam situasi darurat, yang menuntut kerjasama dan koordinasi lintas tim dengan cepat dan efisien.

Kegiatan ini juga ditutup dengan penyematan tanda relawan dan upacara penutupan yang khidmat. Dalam semangat “Bersatu untuk Selamat,” pelatihan ini menjadi bentuk ikhtiar Dompet Dhuafa dalam membangun jejaring relawan yang kuat dan siap siaga dari Sabang sampai Merauke.

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here