Puluhan Rumah Rusak Berat Akibat Tanah Bergerak

Tegal-Puluhan rumah warga rusak di Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, terdampak bencana alam tanah bergerak. Peristiwa ini terjadi karena intensitas hujan tinggi beberapa waktu terakhir.

Akibat tanah bergerak tersebut, selain puluhan rumah warga yang terdampak mengalami kerusakan seperti tembok retak, terbelah, ambruk, dan ambles. Ada juga jalan yang sampai terbelah karena tanah yang terus mengalami pergerakan.

Dari sekian rumah, ada dua rumah yang kondisinya paling parah dan nyaris ambruk. Bagian depan terbelah, bahkan pemilik rumah harus direlokasi karena tidak memungkinkan untuk ditinggali karena berisiko.

Peristiwa bencana tanah bergerak bukan kali pertama terjadi melainkan sudah beberapa kali terutama ketika intensitas hujan tinggi. Bahkan pada tahun 2022 lalu ada lima rumah warga yang direlokasi.

Kemudian tahun selanjutnya ada tiga rumah direlokasi, dan peristiwa yang belum lama ini terjadi tepatnya pada 4 Februari 2024. Hujan sangat deras menyebabkan banjir besar di aliran sungai yang berada di dekat pemukiman warga.

Arus air yang sangat besar, membuat tanah perlahan seperti ditarik ke arah sungai dan selanjutnya membuat rumah-rumah warga yang tidak jauh langsung mengalami keretakan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal sebelum tanggal 4 Februari melakukan pengecekan ke lokasi. Setelah tanggal 4 atau pada saat terjadi tanah bergerak sampai sekarang ini belum datang lagi ke lokasi untuk pengecekan atau upaya lainnya.

Meskipun kondisi rumah mengalami keretakan, beberapa warga yang lain memilih untuk tetap tinggal dan tidak mengungsi ke tempat lebih aman karena tidak ada pilihan atau tujuan kemana.

Ketika hujan deras warga merasa was-was, khawatir tanah akan kembali ambles atau bergerak dan kerusakan semakin parah. Untuk yang terdampak yakni di RT 02, RT 03 dan RT 04, RW 09, Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal.

Dilansir dari Halaman Tribunjateng, Kepala Desa Kajen Lebaksiu Kabupaten Tegal, M Khalimi, mengatakan pihaknya sudah melakukan upaya seperti pembongkaran rumah yang kondisinya sudah parah. Agar semisal hujan atau tanah bergerak lagi tidak sampai tertimpa reruntuhan dan selamat.

Warga meminta kepada pemerintah daerah, provinsi maupun pusat agar segera menindaklanjuti dan memberikan bantuan penanganan karena kondisi tersebut sudah lama dialami warga.

Jumlah rumah yang mengalami kerusakan imbas tanah bergerak kurang lebih sekitar 25-40an rumah. Sehingga setiap kali musim hujan dan banjir, pasti retakan tanahnya bertambah parah.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here