JAKARTA, KBKNEWS.id – Pemerintah memetakan sejumlah ruas jalan yang berpotensi menimbulkan gangguan saat arus mudik Lebaran 2026.
Pemetaan dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan sekaligus dampak cuaca ekstrem di jalur nasional.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta mencatat terdapat 46 titik rawan kemacetan serta 23 titik rawan bencana di jalur nasional wilayah Jawa Tengah.
Titik rawan kemacetan tersebar di jalur pantura, jalur tengah, hingga jalur selatan. Sebagian besar berada di kawasan pasar, perlintasan sebidang kereta api, persimpangan padat, serta akses keluar-masuk jalan tol.
Jalur pantura menjadi salah satu koridor paling vital karena dilalui kendaraan jarak jauh dari arah barat menuju timur Pulau Jawa. Selain kendaraan pribadi, jalur ini juga dipadati bus antarkota dan kendaraan logistik.
Sementara itu, BBPJN juga mencatat 23 titik rawan bencana yang terdiri dari 14 lokasi rawan banjir dan 9 lokasi rawan longsor.
Beberapa ruas yang berpotensi terdampak banjir antara lain Jalan Kaligawe di Semarang, kawasan Sayung di perbatasan Kota Semarang–Demak, Jalan Walisongo, serta ruas Kendal di jalur pantura.
Potensi genangan juga teridentifikasi di sejumlah titik lain seperti Pemuda Brebes, Prupuk hingga batas Kabupaten Tegal/Banyumas, Sidareja–Simpang Tiga Jeruklegi, Sampang–Buntu, Klampok–Banjarnegara, Lingkar Selatan Klaten, serta Palur–Sragen.
Wilayah-wilayah tersebut umumnya berada di dataran rendah dan memiliki riwayat genangan saat hujan deras maupun banjir rob.
Titik rawan longsor mayoritas berada di jalur selatan dan wilayah perbukitan. Beberapa ruas yang masuk kategori rawan longsor di antaranya Batas Jawa Barat–Karangpucung–Wangon, Ajibarang–Wangon, Wangon–batas Banyumas/Cilacap, Patikraja–Rawalo, hingga batas Kota Banjarnegara–Wonosobo.
Sebagai langkah antisipasi selama periode mudik, BBPJN menyiapkan 18 posko Lebaran di berbagai jalur nasional di Jawa Tengah. Posko tersebut dilengkapi personel teknis serta berbagai peralatan untuk menangani gangguan lalu lintas maupun kerusakan jalan secara cepat.
Selain itu, pemerintah juga menyiagakan empat Unit Pelaksanaan Peralatan (UPP) Disaster Relief Unit (DRU) yang berlokasi di Pekalongan, Karangjati, Buntu, dan Yogyakarta.
Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, pemerintah berharap arus mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih lancar serta meminimalkan potensi gangguan di jalur nasional.





