BALI – Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM I Gede Suantika mengatakan aktivitas kegempaan Gunung Agung menurun dalam 24 jam terakhir.
Petugas tak mendeteksi aktivitas tremor nonharmonik sejak Kamis (23/11/2017) pagi hingga Jumat (24/11/2017) pagi
“Kondisi itu terekam stasiun seismograf sejak erupsi freatik dua hari lalu, saat gunung mengembuskan abu vulkanik. Hingga kini, tremor non-harmonik yang terindikasi dari aliran fluida dari bawah kawah tidak tercatat di dalam seismograf berbeda dengan paska erupsi freatik,” kata Suantika.
Melalui pengamatan visual, Gunung Agung masih mengeluarkan asap berwarna putih. Ketinggian keoulan asap mencapai kurang lebih 400 meter dari kawah gunung. Menurutnya, seperti dilansir Metrotvnews, kepulan asap tipis juga terpantau agak lemah dibanding tiga hari lalu.
Dari data Kementerian ESDM, gempa vulkanik dangkal terjadi sebanyak dua kali mulai pukul 06.00 sampai dengan 12.00 Wita kemarin. Gempa terjadi dengan amplitudo 2 sampai 6 milimeter dengan durasi 8 hingga 10 detik.
Lalu pada pukul 12.00 sampai dengan 18.00 Wita, empat kali gempa vulkanik dangkal terdeteksi. Gempa tektonik lokal terjadi sebanyak satu kali.
Pada pukul 18.00 Wita hingga Jumat ini, pukul 06.00, enam kali gempa vulkanik dangkal terjadi.




