RAKHINE— Pasukan keamanan Myanmar menewaskan 69 orang sejak mengambil kendali kawasan utara negara bagian Rakhine bulan lalu. Bentrokan meningkat selama akhir pecan kemarin antara tentara Myanmar dengan warga etnis Rohingya. Ini kekerasan terburuk sejak 9 Oktober lalu.
Selain 69 orang yang tewas, tentara juga menangkap 234 warga Rohingya lainnya. Namun di pihak militer, 10 polisi, 8 tentara juga tewas dalam kerusuhan ini.
Dilansir Thehindu.com, pemantau hak asasi manusia di Myanmar melansir ratusan bangunan, termasuk rumah dan sekolah ikut hancur dan terbakar dalam bentrokan ini. Namun pihak militer berkilah, pelaku pembakaran adalah kelompok minoritas Rohingya sendiri. “Ada 227 bangunan yang dibakar,” demikian pernyataan pers mereka seperti disitat dari Thehindu.com, Rabu (16/11/2016).
Sementara itu, di media sosial seperti Twitter juga ramai diperbincangkan tentang kekerasan yang terjadi di Rakhine. Ro Nay San Lwin yang memiliki akun @nslwin mengunggah video sisa-sia kebakaran yang melanda sebuah bangunan. Dalam keterangannya ia menyebutkan, 165 rumah warga Rohingya terbakar, demikian halnya dengan 15 toko, 3 masjid dan 3 madrasah. Pembakaran ini terjadi sejak 11 November lalu oleh tentara Myanmar.





