Ramadan Bulan Lockdown

Ilustrasi / Republika

Bulan Ramadhan adalah bulan spesial yang datang setiap tahun. Namun, Bulan Puasa tahun 2020 ini adalah yang “Super spesial” karena kehadirannya bersamaan dengan adanya ancaman global pendemi Covid-19, yang merebak di 210 negara dengan jumlah korban terpapar mencapai 2.734.538 orang. (sumber: Kompas.com, 24 April 2020).

Solusi yang dilakukan oleh beberapa negara untuk menanggulangi penyebaran virus yang menyebabkan 191.231 pasien meninggal tersebut adalah dengan kebijakan Lockdown atau Karantina Wilayah. Indonesia menerapkan Karantina Wilayah ini dengan istilah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Kehadiran Bulan Suci Umat Islam dalam nuansa Lockdown, boleh jadi bisa menjadi solusi bagi dunia yang sedang dirundung mara bahaya, yang belum jelas kapan berakhirnya pendemi tersebut. Karena, hakekat dan syariat Puasa selama satu bulan penuh ini sangat kondusif untuk mencegah penyebaran virus mematikan tersebut.

Orang yang berpuasa ibarat sedang melakukan Hibernasi, yaitu sebuah kondisi istirahat panjang yang dilakukan oleh beberapa hewan homoioterm (yang memiliki jenis darah panas) untuk mempertahankan diri dari kondisi iklim yang ekstrim, menghindari predator atau bagi beberapa hewan untuk bermetamorfosis menjadi makhluk baru yang lebih baik. Astronot juga melakukan semacam Hibernasi agar bisa menjaga kebugarannya dan menjalankan tugasnya secara optimal.

Sebagaimana Hibernasi, Shoum Ramadhan sebagai Bulan Perenungan atau “Bulan Lockdown” yang dilakukan selama lebih dari 14 hari masa inkubasi Virus Corona dan secara serentak dilakukan di seantero jagad raya ini, diharapkan bisa menciptakan sebuah keseimbangan dunia baru yang lebih baik daripada sebelumnya. Hal ini cukup beralasan karena manusia sebagai “Hibernator” yang sedang melakukan kontemplasi bisa terhindar dari bahaya Predator Covid-19.
Wallahu’alam. – Firmansyah Dimmy

Advertisement