Ramadhan, DKI dan BPOM Gelar Operasi Takjil

Ilustrasi Pasar Takjil Bendungan HIlir, Jakarta/ Foto: Antara

JAKARTA – Ramadhan identik dengan berburu takjil menjelang berbuka. Namun, di bulan suci penuh barokah ini terkadang masih ada pedagang nakal yang memakai bahan-bahan kimia berbahaya dalam pembuatan makanan takjil.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta Perdagangan Provinsi DKI Jakarta mengaku akan menjalin kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI untuk mengawasi peredaran takjil.

Seperti biasa, Dinas KUMKMP DKI beserta Dinas Kesehatan dan BPOM akan segera membuat instruksi gubernur (Ingub). Ingub itu akan berisi peraturan mengenai peredaran takjil dan penegakan zat-zat berbahaya jika ditemukan didalam takjil.

Ingub ini akan diberlakukan untuk lima kota dan satu kabupaten. Dan lokasinya biasa dimulai dari tempat yang sudah terkenal dengan takjilnya. “Takjil yang paling top kan Benhil, Senen, Rawamangun. Kita lihat dulu yang pangsa pasarnya banyak,” ujar Kepala Dinas KUMKMP, Irwandi, Rabu (1/6/2016), seperti diberitakan Sindonews.

“Apabila nanti ditemukan takjil ada zat berbahaya ada bahan pewarna, rodhamin, Gubernur minta itu agar disita atau dimusnahkan. kalau disita atau diambil, nanti kita dikira apa-apa, misalnya ada kolak ternyata ada zat pewarna ada rodamin, langsung saja dibuang ketempat sampah,” katanya.

Selain itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga akan dilibatkan dalam hal ini, “Kita akan bawa Satpol PP. Kalau dia berkeras kita akan terusin ke polisi,” tukasnya.

Rencana pengawasan ini akan dimulai di hari pertama puasa hingga tidak ada lagi penjual takjil berbahaya yang berdagang. “Sampai sudah tidak ada yang dagang. Kalau ada lagi kita cek lagi,” tegasnya.

Advertisement