Ratusan Hektar Sawah di Bojonegoro Terendam Banjir

Ilustrasi Sawah Banjir/Ist

BOJONEGORO—Ratusan hektare tanaman padi di sejumlah desa di Kecamatan Balen, Kanor dan Baureno, di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terancam gagal panen akibat terendam air banjir luapan Bengawan Solo. Sekretaris Kecamatan Balen, Hendri Puspita, pada Sabtu (4/2), menjelaskan bahwa di wilayahnya tanaman padi yang terendam air banjir seluas 260 hektare di Desa Lengkong, Kedungdowo, Pilanggede dan Sarirejo.

Tanaman padi seluas 260 hektare itu, menurut dia, usianya bervariasi mulai usia 15 hari sampai 50 hari. “Tanaman padi itu terendam air banjir sejak sehari lalu. Kalau banjir segera surut masih selamat, tetapi produksinya tetap menurun,” katanya seperti dilansir Antara, Ahad (5/2/2017).

Namun, menurut dia, kalau genangan banjir merendam tanaman padi selama tiga hari, maka tanaman padi akan mati. Ia juga menyebutkan bahwa genangan banjir di sejumlah desa di wilayahnya, selain merendam areal persawahan juga mulai merendam jalan desa dengan ketinggian berkisar 0,50 meter hingga semeter.

“Tapi, genangan banjir belum masuk ke rumah warga sehingga tidak ada warga yang mengungsi,” ucapnya.

Meski demikian, ia mengemukakan, berbagai persiapan menghadapi kemungkinan banjir semakin membesar dilakukan, antara lain, persiapan membuka dapur. “Tim penanggulangan bencana kecamatan sudah menyiapkan dapur umum di desa yang lokasinya tidak kebanjiran,” ucapnya. Antara

Advertisement