Ratusan KK dari 10 Desa di Lahat Masih Mengungsi akibat Banjir Bandang

Ilustrasi Banjir di Kota Batu (6/11). Musim penghujan ditambah dampak La Nina dan aksi perambahan hutan bakal berpotensi meningkatkan bencana banjir dan longsor November hingga Ferbuari nanti.

PALEMBANG – Sebanyak 176 orang kepala keluarga dari 10 desa di kabupaten Lahat hingga Jumat petang terpaksa masih menempati tenda darurat karena rumahnya masih tertimbun material lumpur, kayu pohon, bebatuan yang cukup tebal dari banjiir bandang pada Kamis.

Dalam mengatasi dampak banjir bandang, sebanyak 57 personel Brimob dari Satuan Brimob Polda Sumsel dan Batalion Pelopor B Lubuk Linggau telah dikerahkan oleh Kepolisian Daerah Sumatera Selatan.

Tim tersebut dilengkapi dengan peralatan pertolongan, logistik dan kendaraan dapur lapangan untuk mendukung upaya penanggulangan bencana, dipimpin oleh Komandan Bataliyon B Pelopor Brimob Lubuklinggau AKBP Andiyanto.

Mereka disebar di wilayah-wilayah terdampak banjir, termasuk Kota Lahat, Desa Tanjung Sirih, Tinggi Ari, Keban Agung, Karang Dalam, Lebuk Sepang, Gunung Kembang, Patikal Baru, Nanti Giri, dan Gumay Ulu.

Tim ini dikerahkan untuk membantu kebutuhan korban bencana dan bekerja sama dengan unsur SAR lainnya di lokasi. Banjir bandang setinggi 1,5 meter terjadi di Kabupaten Lahat pada Kamis (9/3) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

Advertisement