JAKARTA, KBKNEWS.id – Banjir bandang yang menerjang Aceh Tamiang pada akhir 2025 menghancurkan rumah Nenek Deswarni (72), warga Kampung Durian, Kecamatan Rantau.
Ia bersama keluarganya harus berpindah-pindah tempat sebelum akhirnya mengungsi di pesantren.
Rumah dan surat-surat tanah miliknya ikut hanyut terbawa banjir. Kondisi tersebut membuat Nenek Deswarni kesulitan mendapatkan bantuan hunian tetap.
Harapan mulai datang ketika Dompet Dhuafa menghadirkan program Rumah Sementara (Rumtara). Di Kampung Durian, Dompet Dhuafa membangun 117 unit Rumtara untuk membantu para penyintas bencana, termasuk lansia dan kelompok rentan.
Kini, Nenek Deswarni sudah dua bulan menempati Rumtara. Ia merasa bersyukur karena memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan layak setelah rumahnya hancur diterjang banjir.
Sehari-hari, Nenek Deswarni membantu anaknya membuat gorengan untuk dijual di sekolah sekitar. Meski masih menghadapi tantangan dan belum memiliki kepastian tempat tinggal permanen, Rumtara menjadi harapan baru baginya untuk kembali menata kehidupan.




