CIRACAS (KBK) – Ratusan orang tua murid penerima KJP (Kartu Jakarta Pintar) di Ciracas kecewa, karena kabar murid-murid yang menerima KJP akan mendapat THR dari pemerintah DKI senilai Rp1.500.000 ternyata hanya hoax belaka alias kabar palsu.
Menurut Irawati, salah seorang orang tua murid, kemarin beredar di WA Group orang tua murid bahwa yang menerima KJP akan mendapat uang THR masing-masing Rp1.500.000, untuk mengambilnya silahkan cek ke kelurahan masing-masing. Catat nomor urutnya dan nanti pengambilannya besok (Hari ini Senin -Red) ke kantor kecamatan.
[18/6 09.46] xxx: Info buat yg punya KJP mohon nama anaknya diperiksa dikelurahan, kl memang nama anaknya sudah terdaftar, uang THR dari KJP bisa dicairkan di bank DKI, persyaratan yg harus dibawa ke bank DKI. Akte anak kartu keluarga, KTP, buku tabungan dan kartu ATM, makasih sebelumnya.
[18/6 09.46] xxx: Dengan bentuk THR,,,,SD, 1,5 -+ SMP 2,5 -+, SMA 3,5 -+, silah kan di komfir masi di kelurahan,,,dan di frint buku tabungan,,,selanjut nya pencairan,,,,!!!!
[18/6 09.46] xxx: Mohon di info kan pada warga masing2,,,bagi yg mempunyai kartu KJP ,,di harap kan,,mencatat no urut daftar nya di kelurahan,,,! Karna tahun ini dpt di ambil dengan uang tunai,,,,di bang DKI atau BRI bersama,,!! Harus di sertai no urut atau daftar nya,,,!!! Trimakasi ,,,,????
“Mendapat informasi itu, akhirnya ratusan orang tua penerima KJP di Ciracas sudah berbondong-bondong melihat list nama anaknya penerima KJP di kantor kelurahan kemarin, dan hari ini ngantere ke kantor kecamatan, ” ungkapnya kepada KBK (19/6/2017).
Di kantor kelurahan, kata Ira, memang sudah ada papan pengumuman anak-anak penerima KJP Januari – Juni 2017 tapi memang tidak ada judul penerimaan THR. Sehingga pagi ini, ratusan orang tua mendatangi kantor camat meminta THR untuk dicairkan.
Pegawai kantor camat menjadi bingung dan kerepotan menjelaskan kepada orang tua yang sudah antere. “Itu Hoax, bapak-bapak dan ibu-ibu,” jelas petugas.
Mendengar penjelasan petugas kecamatan ada sebagian yang tidak terima dan memilih berdebat dengan pegawai kecamatan sambil melihatkan pesan dari WAGroup-nya.
“Namun apa daya, hoax tetaplah hoax, kami akhirnya memilih pulang dari kantor kecamatan, tapi masih banyak orang tua yang masih rela menanti berharap Hoax jadi kenyataan demi lebaran,” pungkas Ira.




