Ratusan Ribu Warga Palestina Tinggalkan Rafah Usai Dibombardir Israel

Situasi Rafah saat Israel memborbardirnya, warga Palestina terpaksa mengungsi/ foto: EPA

GAZA – Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) menyatakan bahwa sekitar 110.000 orang terpaksa mengungsi dari Kota Rafah di Jalur Gaza selatan karena operasi militer Israel.

UNRWA juga menekankan pentingnya gencatan senjata segera di wilayah tersebut.

“Saat pasukan Israel gencar membombardir Rafah, pengungsian paksa terus terjadi. UNRWA memperkirakan sekitar 110.000 orang saat ini telah meninggalkan Rafah untuk menyelamatkan diri. Namun, tidak ada tempat yang aman di Jalur Gaza dan kondisinya mengerikan. Satu-satunya harapan adalah gencatan senjata segera,” tulis UNRWA di platform X, Jumat (10/5/2024).

Operasi militer Israel di Rafah dimulai pada Senin hingga Selasa. Hamas mengaku menyetujui ketentuan perjanjian gencatan senjata yang diusulkan oleh mediator Mesir dan Qatar, namun ditolak oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Surat kabar Politico melaporkan bahwa negosiasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Kairo ditangguhkan, termasuk karena operasi militer Israel di Rafah, meskipun negosiasi masih berlangsung.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here