JAKARTA – Terkadang, masih ada orang yang enggan untuk memberikan sedekah. Bagi kita yang telah mengalami manfaat besar dari memberikan sedekah, mungkin kita merasa bingung mengapa mereka enggan membagi hartanya untuk kebaikan di jalan Allah.
Berikut beberapa alasan mengapa orang enggan bersedekah dan solusi yang dapat kita lakukan untuk mengatasinya:
- Terpeliharanya Sifat Bakhil
Alasan pertama dan utama ketika seseorang enggan menyedekahkan hartanya adalah karena memang sudah ada sifat bakhil atau kikir yang dipelihara olehnya.
Sifat bakhil ini membuatnya merasa rugi jika mengeluarkan hartanya untuk orang lain yang dianggapnya tak memberi manfaat apapun bagi dirinya sendiri.
“Hati-hatilah kalian terhadap perbuatan kikir, karena sifat kikir telah menyesatkan orang-orang yang sebelum kalian. Mereka menghalalkan barang yang telah diharamkan, mengalirkan darah dan memutuskan hubungan silaturahmi karena terdorong oleh sifat-sifat kikir mereka.” (HR Imam Ahmad)
Memang, amat sulit membuat orang pelit agar mengesampingkan sifat bakhil yang sudah jadi kebiasaannya tersebut. Akan tetapi, bukannya tidak mungkin. Kebanyakan orang pelit akan bersedia mengeluarkan uangnya jika sudah mengetahui keuntungan besar yang bisa diperolehnya.
Oleh karena itu, kita bisa coba memberikannya pandangan lain tentang sedekah. Bahwasanya sedekah tidak akan mengurangi harta bahkan bisa membuatnya berlipat ganda.
Nabi shalallaahu ‘alaihi wassalam bersabda kepada Zubair bin al-Awwam: “Hai Zubair, ketahuilah bahwa kunci rezeki hamba itu ada di Arasy, yang dikirim oleh Allah azza wajalla kepada setiap hamba sekadar nafkahnya. Maka siapa yang membanyakkan pemberian kepada orang lain, niscaya Allah membanyakkan baginya. Dan siapa yang menyedikitkan, niscaya Allah menyedikitkan baginya.” (HR ad-Daruquthni dari Anas radiyallaahu ‘anhu)
Selain itu, kita juga perlu menyadarkannya bahwa sifat kikir itu buruk bagi dirinya.
“Sekali-kali janganlah orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka.” (QS Ali ‘Imran: 181)
- Malu jika Bersedekah Sedikit
Ada juga orang yang enggan bersedekah karena malu diolok-olok jika sedekahnya hanya sedikit. Untuk orang-orang yang seperti ini, kita perlu memberitahukan bahwa para pengolok-olok sangat mungkin jauh dari keimanan, maka tak perlu didengarkan. Sebagaimana sabda Rasulullah:
“Ketika ayat sedekah turun, kami berlomba-lomba, lalu datanglah seseorang dengan membawa sedekah yang banyak dan orang-orang berkata, ia orang yang pamer. Kemudian datanglah seseorang lalu ia bersedekah dengan satu sha. Orang-orang berkata: ‘Sesungguhnya Allah lebih kaya daripada satu sha’ ini’. Maka turunlah Qur’an Surah At-Taubah ayat: ‘Orang-orang (munafik itu) yang mencela orang-orang beriman yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain seksdar kesanggupannya’.” (HR Bukhari no.1326)
Di samping itu, kita juga harus mengingatkan orang-orang seperti ini agar tidak ragu bersedekah sekalipun hanya dengan sejumlah nilai yang dianggap tak berharga oleh orang lain. Karena, sedekah yang bernilai kecil jika diterima oleh Allah akan membesar lebih daripada gunung.
“Tidak seorangpun yang menyedekahkan hartanya yang halal di mana Allah menerimanya dengan kananNya (dengan baik), walaupun sedekahnya itu hanya sebutir kurma. Maka kurma tersebut akan bertambah besar di tangan Allah Yang Maha Pengasih, sehingga menjadi lebih besar daripada gunung. Demikian Allah memelihara sedekahmu, sebagaimana halnya kamu memelihara anak kambing dan unta (semakin hari semakin besar).” (HR Muslim)
- Merasa Untung jika Uangnya Ditabung
Ada lagi orang yang malas bersedekah karena menganggap menabung jauh lebih menguntungkan baginya daripada disedekahkan.
Orang seperti ini perlu disadarkan bahwa bisa jadi keluarganya yang sakit atau hal buruk lainnya justru terjadi karena ia tak membentengi diri dan keluarganya dengan sedekah.
Sehingga, Allah mengeluarkan ‘paksa’ uang yang seharusnya menjadi hak orang lain tersebut dengan cara memberikan penyakit, kecelakaan, dan lain-lainnya.
Bukankah itulah kehebatan sedekah? Bisa menolak puluhan macam bala bencana. Apakah ada tabungan di dunia ini yang dapat menolak bala layaknya jaminan sedekah?
“Sedekah dapat mencegah 70 macam bencana, yang paling ringan adalah penyakit kusta dan supak.” (HR Thabrani)
“Bersegeralah kalian untuk mengeluarkan sedekah, karena sungguh bencana tak dapat melewati sedekah.” (HR Thabrani)
- Tidak Percaya Uang Sedekah sampai kepada yang Membutuhkan
Karena banyaknya penipuan dan pihak-pihak yang kurang amanah dalam mengalirkan sedekah, wajar bila ada orang yang enggan bersedekah karena khawatir sedekahnya tidak betul-betul sampai pada yang membutuhkan.
Apalagi, ada peminta-minta yang ternyata memiliki rumah, mobil. Mengemis mereka jadikan profesi. Hal ini tentu amat memprihatinkan.
Oleh sebab itu, orang seperti ini sangat perlu bersedekah di lembaga terpercaya dan amanah. Atau, menyalurkan langsung pada orang-orang yang ia tahu persis amat membutuhkan sedekahnya.
Demikian beberapa alasan orang enggan bersedekah sekaligus solusi untuk mengatasinya. Semoga bermanfaat, terutama jika kita memiliki keluarga dan orang-orang terdekat yang berparadigma seperti yang diungkapkan di atas.





