Ratusan SD di Kabupaten Bekasi Banyak yang Tidak Punya Bangku

Ilustrasi/ selasar.com

BEKASI – Sejumlah bangunan sekolah di Kabupaten Bekasi masih belum memadai. Seperti yang terjadi di SDN 02,Karang Satu,Kab Bekasi.

Puluhan siswa kelas 1 dan 2 terpaksa duduk di lantai alias ngedeprok saat belajar mengajar di kelasnya.Hal ini lantaran tidak memiliki meja dan kursi.

Fatimah guru SDN 02 Karang Satu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengatakan pihaknya baru bisa menggunakan papan tulis setelah pihak kepala sekolah membelinya dengan uang sendiri. Beberapa orang tua siswa yang iba melihat kondisi belajar sang anak pun, menyumbangkan meja lipat yang biasa digunakan untuk belajar di rumah masing-masing.

“Kita pihak sekolah sudah mengajukan meubeler dua tahun lalu, namun hingga saat ini tidak terealisasi. Ini orang tua yang menyumbangkan meja kursi. Ya kita berharap adanya perhatian dari pemerintah agar proses belajar mengajar menjadi nyaman,” kata Fatimah seperti dilansir Poskota, Selasa (18/10)
Fahri, siswa SDN 02 Karang Satu mengatakan bahwa ia berkeinginan belajar di sekolah menggunakan meja dan kursi seperti hal teman-temannya di sekolah lain. “Iya maunya ada meja kursi biar enak belajarnya,” kata dia.
Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Anden mengatakan bahwa pihaknya sudah mengetahui permasalahan tersebut.

Anggota Fraksi Partai Gerindra itu mengatakan bahwa permasalahan tersebut selain dikarenakan ketidaksanggupan dari pihak ketiga yang ditunjuk Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi melakukan pengadaan meja dan kursi di tahun anggaran 2014 dan 2015 juga dikarenakan tidak adanya tupoksi yang membidangi pengadaan mebelair di tahun 2016 .
“Di tahun 2016 ini juga tidak terserap. Mereka (Dinas Pendidikan-red) menyangkal bahwa tidak ada bagian untuk melakukan pengadaan sarana dan prasarana,” jelasnya.
Beradasarkan data yang dimiliknya, dari 702 Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kabupaten Bekasi masih kekurangan sekitar 34.000 bangku dan meja. “Jadi kasusnya bukan hanya di SD Negeri 02 Karang Satu. Yang deprok itu adalah yang Unit Sekolah Baru (USB) dan rehab serta yang rusak. Dan ini masih banyak yang lainnya, total semuanya SD di Kabupaten Bekasi yang kekurangan bangku itu sekitar 34 ribu,” kata dia.

Advertisement