BANYUWANGI – Aktivitas gempa Gunung Api Raung cenderung turun dan terpantau membaik.
Setelah sebelumnya, statusnya diturunkan dari siaga (level III) menjadi waspada (level II) sejak pukul 15.00, pada 24 Agustus 2015.
Kendati begitu, kini status gunung dengan tinggi 3.332 meter di atas permukaan laut itu masih tetap waspada atau belum kembali normal.
Seperti diberitakan JPNN, Selasa (18/10) berdasarkan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, aktivitas gempa tremor mulai turun drastis.
Dari pengamatan alat seismograf, tidak menunjukkan pergerakan getaran yang cukup besar.
Petugas PPGA Burhan Alathea menyatakan, hasil pengamatan Gunung Api Raung mulai turun drastis sejak statusnya dinyatakan waspada.
Jika biasanya aktivitas gempa tremor dominan pada 15-19 milimeter, gempa tremor yang terekam dalam seismograf turun drastis.
“Seismograf biasanya bergerak cepat dan lebar, tetapi kini cenderung melambat dan menyerupai goresan garis kecil,” ungkapnya.
Sementara itu, dari pengamatan seismograf, terjadi tiga kali embusan angin dari gunung dengan amplitudo 2-3 milimeter dan lama gempa 36-52 detik.
Selain itu, gempa tektonik jauh terjadi satu kali dengan amplitudo 27 milimeter dan lama gempa 124 detik.
“Gempa tremor masih terus terjadi dengan amplitudo 1-2 milimeter dengan dominan 1 milimeter,” imbuh Burhan





