Relawan Dompet Dhuafa Pantang Menyerah, Rela Antre BBM 4,5 Jam Demi Tembus Lokasi Banjir

JAKARTA, KBKNEWS.id — Tim relawan Dompet Dhuafa menghadapi kendala logistik serius saat menuju lokasi banjir di Kabupaten Bireuen, Aceh.

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan padamnya listrik di sejumlah titik membuat perjalanan tim tertahan hingga berjam-jam di kawasan Saree.

Riza Muthohar, Reporter Dompet Dhuafa, melaporkan bahwa sejak sore hingga malam kondisi di lapangan dipenuhi antrean panjang kendaraan akibat panic buying warga. Minimnya sinyal dan listrik padam membuat situasi semakin sulit bagi relawan maupun masyarakat yang membutuhkan mobilitas.

Tim yang berangkat dari Banda Aceh sekitar pukul 15.00 WIB harus mengantre BBM sejak pukul 17.00 WIB dan baru mendapatkan giliran sekitar pukul 21.30 WIB. Total waktu tunggu mencapai 4,5 jam, yang menjadi hambatan krusial dalam upaya mempercepat distribusi bantuan ke wilayah terdampak.

Selain BBM, keterbatasan jaringan komunikasi juga mengganggu proses pelaporan dan koordinasi. Untuk mengantisipasi hal ini, tim membawa modem jaringan serta perangkat media center guna memastikan data dari lapangan tetap bisa dikirimkan.

Setelah pengisian BBM berhasil, tim kembali melanjutkan perjalanan menuju Bireuen dan dijadwalkan bermalam di pos-pos darurat warga. Kehadiran relawan di titik terdampak diperlukan untuk menyelesaikan asesmen kebutuhan penyintas dan memulai penyaluran bantuan keesokan hari.

Situasi ini menggambarkan bahwa upaya kemanusiaan tidak hanya menghadapi tantangan kondisi alam, tetapi juga keterbatasan infrastruktur dasar pascabencana, termasuk listrik, sinyal, dan ketersediaan BBM.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here