Resmikan Learning and Empowerment Center, Dompet Dhuafa Beri Akses Pendidikan Berkualitas

Dompet Dhuafa meresmikan Learning and Empowerment Center (LEC) di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Selasa (26/3/2024). (Foto: LPI DD)

BOGOR – Dompet Dhuafa meresmikan Learning and Empowerment Center (LEC) di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Selasa (26/3/2024). Peresmian ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan akses pendidikan dan memberdayakan masyarakat lokal serta pengungsi.

Acara tersebut dihadiri oleh Asmawa Tosefu, PJ Bupati Bogor; Mulyadi Saputra, Direktur Eksekutif GREAT Edunesia; Kamaludin, Direktur Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa; serta orang tua dan penerima manfaat.

Peluncuran LEC dipimpin langsung oleh PJ Bupati Bogor. Asmawa Tosefu menyampaikan apresiasi kepada Dompet Dhuafa atas pemilihan lokasi kabupaten Bogor sebagai pusat pemberdayaan bagi pengungsi dan masyarakat lokal.

“Saya mewakili pemerintahan mengucapkan terima kasih dan bangga Kabupaten Bogor dipilih sebagai sentral pemberdayaan Dompet Dhuafa. Ini bagian dari keseriusan kita untuk menyambut Indonesia emas pada tahun 2045,” ucap Asmawa.

Mulyadi Saputra, Direktur Eksekutif GREAT Edunesia, menyatakan bahwa LEC Dompet Dhuafa bertujuan untuk memfasilitasi pendidikan inklusif bagi pengungsi dan warga lokal.

“LEC Dompet Dhuafa hadir guna memfasilitasi inklusifitas sosial bagi individu dari berbagai latar belakang” ucap Mulyadi.

Sementara itu, Kamaludin, Direktur LPM Dompet Dhuafa, berharap agar LEC menjadi tempat integrasi semua program Dompet Dhuafa, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dakwah, hingga budaya.

“LEC adalah tempat kita mengintegrasikan semua program Dompet Dhuafa. Di sini kita akan adakan berbagai Kursus, pengenalan budaya untuk mengenal kultur indonesia, layanan kesehatan, kami akan datangkan ustaz untuk memperkuat spiritual penerima manfaat, serta kami siapkan bantuan-bantuan sosial untuk membantu ekonomi dari refugee dan masyarakat lokal,” tutur Kamaludin.

Selain dari pemerintah dan Dompet Dhuafa, acara juga dihadiri oleh 30 calon penerima manfaat dari masyarakat lokal, 30 calon siswa beserta orang tua/wali siswa yang berasal dari Afghanistan, Pakistan, Yaman, Sudan, Irak, dan Somalia, serta 15 penerima manfaat dewasa untuk pembekalan keterampilan vokasional.

Acara ditutup dengan pembagian perlengkapan sekolah, ramah tamah, dan buka puasa bersama.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here