BREBES – Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa merespon cepat dengan menerjunkan tim ke lokasi banjir di Brebes, Jawa Tengah.
Tim DMC Dompet Dhuafa pada Selasa (27/2/2024) turun ke permukiman warga yang masih tergenang banjir untuk melakukan asesmen di beberapa titik daerah wilayah terdampak banjir. D
Dari hasil asesmen yang dilakukan di Jalan Mangun Sarkoro, Desa Limbangan Kulon, Kecamatan Brebes diketahui warga terdampak banjir sejumlah 1.500 KK dengan total 4.500 jiwa.
Beberapa warga yang terdampak banjir mengungsi di rumah-rumah tetangga atau di rumah sanak saudara mereka yang tidak terendam banjir. Sementara kebutuhan mendesak yang dibutuhkan penyintas di Desa Limbangan Kulon saat ini yaitu Dapur Umum (makanan siap saji), dan layanan kesehatan.
Ahmad Yamin selaku PIC Respons Tanggap Darurat Banjir Brebes DMC Dompet Dhuafa mengatakan ada dua ua lokasi pos pengungsian (di Desa Krasak) yang pertama ada di SDN 01 Krasak dan Balai Desa Krasak. Untuk titik pengungsian yang ada di SDN 01 sudah tidak ada penyintas dikarenakan beberapa penyintas sudah mulai pulang ke rumah masing-masing.
Selain itu, tim DMC Dompet Dhuafa di lokasi kejadian melaporkan bahwa akses jalan untuk warga tertutup karena kondisi air yang menggenang masih tinggi. Menurut data dari hasil asesmen yang dilakukan di Desa Krasak, Kecamatan Brebes dilaporkan warga terdampak banjir sebanyak 1.300 KK dengan total 4.000 jiwa.
Untuk kondisi terkini Ahmad Yamin melaporkan bahwa di beberapa wilayah banjir sudah mulai surut, namun di beberapa wilayah lainnya belum terlihat ada tanda-tanda akan surut.
“Kondisi saat ini banjir masih menggenang, dan aktivitas warga masih terganggu. Ada beberapa sekolah juga yang terpaksa diliburkan sampai banjir surut. Kita (DMC) juga bersama BPBD Provinsi dan Kota standby menjaga di permukiman warga yang berlokasi di pinggiran Sungai Pemali, karena adanya kenaikan air 20-30cm,” pungkas Ahmad Yamin, dalam keterangan tertulis, Rabu (28/2).





