Respons Banjir Pekanbaru, Dompet Dhuafa Dirikan Pos Hangat dan Periksa Kesehatan Penyintas

PEKANBARU – Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menerjunkan 11 personel ke lokasi bencana banjir di Pekanbaru Riau untuk melakukan berbagai upaya tanggap darurat.

Sejak Selasa (4/3/2025), tim telah melakukan asesmen di wilayah terdampak, berkoordinasi dengan pemerintah setempat, serta mendirikan pos hangat di RW 01 Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai.

Upaya ini berlanjut pada Rabu (5/3/2025), guna memastikan distribusi bantuan berjalan efektif dan dapat meringankan beban para korban.

Selain itu, DMC Dompet Dhuafa juga mengadakan pemeriksaan kesehatan di tempat pengungsian di Kantor Lurah Industritenayan, bekerja sama dengan Puskesmas Rejosari dan RS Awal Bros.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Riau, Hendi Mardika, menyampaikan bahwa hujan deras yang terjadi di wilayah Riau telah menyebabkan ribuan rumah terendam, akses jalan lumpuh, dan banyak warga terpaksa mengungsi.

“Kini, mereka melaksanakan Ibadah Ramadan hanya di tenda pengungsian, berbuka dan sahur seadanya,” ujarnya.

Hendi menambahkan, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa Riau sudah turun ke lokasi, mengevakuasi korban, mendistribusikan bantuan, dan memastikan mereka yang terdampak mendapatkan pertolongan yang layak.

“Namun, masih banyak warga yang membutuhkan uluran tangan kita. Mari bersama-sama membantu mereka melalui Dompet Dhuafa Riau,” tuturnya.

Seperti diketahui, banjir melanda Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir. Ketinggian air yang mencapai 50-100 cm dan terus meningkat dari hari ke hari mengakibatkan sebanyak 14.200 jiwa terdampak di berbagai wilayah.

Kecamatan yang mengalami dampak signifikan meliputi Kecamatan Rumbai dengan 2.800 Kepala Keluarga (KK) terdampak, Kecamatan Payung Sekaki dengan 254 KK terdampak, serta Kecamatan Lima Puluh dengan 300 KK terdampak.

Ketua RW 02 Kelurahan Industritenayan, Syafari S. Ag., juga melaporkan bahwa wilayahnya terdampak cukup parah. Di RT 03 RW 02, Jalan Matoa, terdapat 13 KK terdampak dengan total 40 jiwa.

Sementara itu, di RT 05 sekitar Gg. Taruna 1, sebanyak 12 KK dengan 38 jiwa terdampak, serta di RT 02 RW 02 Gg. Taruna Sakti, sebanyak 9 KK dengan 23 jiwa terdampak. Secara keseluruhan, di wilayah ini terdapat 34 KK yang terdampak dengan total 101 jiwa.

Sebagian warga memilih mengungsi ke posko yang telah disediakan, sementara yang lain tetap bertahan di rumah untuk menjaga harta benda mereka.

Pemerintah Kota Pekanbaru telah mendistribusikan bantuan berupa makanan untuk berbuka puasa dan sahur bagi warga terdampak. Namun, kondisi banjir masih berpotensi memburuk karena curah hujan yang tinggi terus meningkatkan debit air antara 10 hingga 30 cm.

Saat ini, kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi meliputi dapur umum untuk menyediakan makanan berbuka dan sahur, obat-obatan, pos pemeriksaan kesehatan, air bersih, serta bantuan khusus bagi balita dan lansia. Upaya tanggap darurat terus dilakukan agar masyarakat terdampak dapat segera memperoleh bantuan yang dibutuhkan. *

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here