TEHERAN – Pemerintah Iran mengutuk Israel dan menegaskan hak Iran untuk mempertahankan diri setelah Israel menyerang fasilitas militer, yang dianggap Iran sebagai pelanggaran hukum internasional.
Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataannya menyebut serangan terhadap sejumlah fasilitas militer di berbagai kota sebagai “tindakan agresif.”
Iran menyatakan bahwa hak mempertahankan diri dari agresi asing adalah bagian dari hak pembelaan diri sesuai Pasal 51 Piagam PBB, yang memperbolehkan negara untuk mempertahankan diri dari serangan militer.
Iran menegaskan komitmennya menjaga perdamaian di kawasan dan mengingatkan negara-negara tetangga tentang tanggung jawab mereka dalam mempertahankan stabilitas bersama.
Iran menyambut dukungan dari negara-negara di kawasan dan dunia yang mengecam serangan Israel, yang dinilai dapat meningkatkan ketegangan regional, terutama terkait serangan Israel di Gaza dan Lebanon.
Turki, Oman, Irak, Malaysia, Indonesia, dan Uni Emirat Arab adalah beberapa negara yang turut mengecam tindakan Israel tersebut.
“Penjajahan, tindakan ilegal, dan kejahatan yang dilakukan rezim Zionis — khususnya genosida terhadap rakyat Palestina dan agresi di Lebanon yang berjalan dengan dukungan dari Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat — adalah akar dari ketegangan kawasan,” menurut pernyataan Kemlu Iran.
Iran mendesak komunitas internasional untuk mengambil tindakan terhadap Israel yang dianggap sering melanggar hukum internasional, termasuk Piagam PBB, Konvensi Genosida, dan hukum humaniter lainnya.
Secara terpisah, Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, melaporkan bahwa serangan Israel hanya menyebabkan “kerusakan terbatas” dan kondisi keamanan tetap terkendali.
Serangan terhadap fasilitas militer di Teheran dan provinsi Ilam dan Khuzestan terjadi sekitar pukul 02:30 pagi waktu setempat, yang memicu aktivasi sistem pertahanan udara dan terdengar oleh warga sekitar.
Angkatan Pertahanan Udara Iran menyatakan bahwa mereka berhasil menangkis serangan tersebut, meskipun mengakui ada “kerusakan ringan di beberapa lokasi” dan empat tentara meninggal akibat serangan tersebut.





