TUBAN-Sedikitnya 1.279 hektar sawah di Kabupaten Tuban, Jawa Timur terendam banjir. Akibatnya petani di sana mengalami kerugian karena gagal panen (puso). Taksiran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, petani mengalami kerugian hingga Rp 22,7 miliar.
Menurut pantauan PojokPitu.com, (24/2/2016) untuk meminimalisir kerugian, sejumlah petani terpaksa memanen lebih awal. Padahal padi seharusnya baru dapat dipanen setidaknya sepuluh hari lagi. Para petani khawatir jika tidak segera dipanen, padi yang terendam air akan membusuk.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Tuban, selama dua pekan terakhir, terdapat empat kecamatan di Tuban yang dilanda banjir. Diantaranya adalah Kecamatan Merakurak dengan 69 hektar sawah yang terendam, Kecamatan Plumpang 380 hektar, Kecamatan Rengel 750 hektar dan Kecamatan Palang 80 hektar.
“BPBD meminta warga lebih waspada. Sebab bulan Februari ini merupakan puncak musim penghujan dan diprediksikan dalam waktu dekat akan ada cuaca ekstrim yang melanda wilayah Kabupaten Tuban,” ujar Sekretaris BPBD Tuban, Joko Ludiono. (mir)



