PADANG – Banjir merendam lebih dari seribu rumah warga di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Padang, Sumatera Barat (Sumbar), akibat tingginya curah hujan di kota setempat sejak Kamis malam.
“Hujan sudah turun dari Kamis malam dan mulai menggenangi seribu lebih rumah warga pada Jumat sekitar pukul 03.00 WIB,” kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Novrizal di Padang, Jumat.
Ia mengatakan banjir tersebut menggenangi rumah warga di sembilan Rukun Warga (RW) yang ada di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam dengan penghuni sebanyak 1.500 orang.
“Banyak warga yang mengungsi serta dievakuasi dari rumah masing-masing, karena genangan air di dalam rumah satu meter lebih,” jelasnya.
Ia mengatakan saat ini warga yang terdampak banjir membutuhkan bantuan berupa makanan, minuman, serta pakaian.
“Banjir menggenangi rumah serta barang-barang yang ada di dalamnya, sehingga warga belum bisa memasak untuk malam nanti,” katanya.
Salah seorang warga yang terdampak banjir Nursamsuarni (49) mengatakan ia dan keluarganya terpaksa mengungsi karena rumah yang ditempati tergenang air mencapai dua meter.
“Genangan air di dalam rumah saya hampir dua meter, sebelum dievakuasi oleh petugas saya terpaksa harus naik ke atas meja agar tidak tenggelam,” jelasnya.
Ia menceritakan barang-barang yang ada di dalam rumah seperti peralatan rumah tangga, elektronik, surat-surat penting, dan satu unit sepeda motor basah terendam oleh air.
Proses evakuasi warga di kawasan Dadok Tunggul Hitam dilakukan oleh personel Brimob Polda Sumbar, Basarnas Padang, dan insan kebencanaan lainnya.





