
MANADO – Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Yudia P. Tatipang, mengungkapkan bahwa aktivitas gempa guguran Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, masih tinggi.
“Aktivitas gempa guguran masih tinggi, dan warga diharapkan berhati-hati,” kata Yudia di Manado, Jumat (14/7/2023).
Selama periode pengamatan dari pukul 00:00 hingga 06:00 pada Jumat, Pos PGA mencatat adanya 45 kali gempa guguran dengan amplitudo antara tiga hingga 15 milimeter dan durasi antara 42 hingga 240 detik.
Secara visual, pagi ini Gunung Karangetang terlihat jelas meskipun sedikit berkabut. Asap kawah tampak dengan tekanan sedang hingga kuat, berwarna putih, dan memiliki intensitas tebal dengan tinggi 50-100 meter di atas puncak kawah.
Guguran lava pijar teramati menuju Kali Kahetang dengan jarak sekitar 1.000 – 1.750 meter, sementara ke arah Kali Batang sekitar 1.000 meter.
“Gunung Karangetang saat ini masih berada pada tingkat aktivitas Siaga Level III,” ujarnya, seperti diberitakan Antara.
Yudia berharap agar warga mematuhi radius bahaya yang telah direkomendasikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM.
Beberapa rekomendasi dari PVMBG adalah agar masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak mendekati, melakukan pendakian, atau beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya, yaitu radius 2,5 kilometer dari puncak kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (kawah selatan), serta area perluasan sektoral ke arah barat daya, selatan, dan tenggara sejauh 3,5 kilometer.
Selain itu, perlu waspada terhadap guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat penumpukan material lava sebelumnya yang belum stabil dan rentan runtuh, terutama di sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya.
Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang bermuara dari Gunung Karangetang diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.




