
VENEZUELA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengkhawatirkan jika pengungsian besar-besaran warga Venezuela semakin memburuk dan sama dengan krisis keimigrasian di Eropa yang pernah terjadi tahun 2015.
Data PBB meneybut lebih dari dua juta warga Venezuela meninggalkan negara mereka sejak 2014. Tahun itu, pemimpin revolusioner populis Hugo Chavez meninggal, dan menyerahkan kekuasaan kepada presiden saat ini, Nicolas Maduro.
Hiperinflasi yang baru-baru ini terjadi setelah mata uang baru diluncurkan juga melemahkan perekonomian Venezuela dimana warga kini tak sanggup hidup dalam semua harga yang serba mahal.
Ribuan orang meninggalkan Venezuela pada setiap harinya, dengan menaiki bus atau terkadang berjalan kaki di sepanjang rute migrasi di seantero Amerika Selatan.
Mereka lari dari krisis ekonomi Venezuela yang telah menyebabkan makanan, obat-obatan dan kebutuhan dasar lainnya menjadi langka.
“Tidak ada kehidupan bagi kami di Venezuela,” kata Boris Guevara (22), dikutip Telegraph.
“Semua pemuda bermigrasi untuk menghidupi keluarga dan mencari kehidupan yang lebih baik, karena semua orang perlu makan,” tandasnya.




