Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai Jemaah Haji, Pneumonia hingga Demensia

Ilustrasi. (Foto: Antara/Imam Hanafi)

JAKARTA – Kloter pertama jemaah calon haji akan diberangkatkan pada 12 Mei menuju Madinah. Selama mengikuti ibadah haji, kesehatan dan kebugaran jemaah menjadi hal utama yang patut dijaga serta dipertahankan.

Berada di negara yang memiliki kondisi cuaca dan iklim yang berbeda dapat meningkatkan risiko kesehatan jadi terganggu.

Kasus kesakitan dan kematian yang terjadi pada jemaah haji Indonesia setiap tahun umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, yakni air, suhu, kelelahan, dan adaptasi. Semua jenis penyakit bisa muncul karena faktor tersebut.

Praktisi Kesehatan Masyarakat dr. Ngabila Salama, menyebut ada lima risiko kesehatan yang sering terjadi pada jemaah saat mengikuti kegiatan ibadah haji di Arab Saudi.

Pertama, kelelahan akibat tidak terbiasa bergerak dalam waktu yang cukup lama. Kedua, terkena heat stroke (serangan panas), yakni kondisi di mana tubuh tak lagi bisa mengontrol suhu karena cuaca yang terlalu panas sehingga sulit untuk melakukan mekanisme pendinginan.

Penderitanya dapat mengalami tubuh gemetar, tidak mengeluarkan keringat, kebingungan, hingga pingsan atau koma.

Risiko lainnya adalah terkena pneumonia atau radang paru-paru, serangan jantung, serta kehilangan memori (demensia).

Maka dari itu, Ngabila menjelaskan bahwa pemerintah berupaya untuk melakukan tes kesehatan sebelum jemaah berangkat agar kondisi fisik yang bersangkutan dipastikan sehat, layak terbang, dan tidak terkena penyakit menular seperti tuberkulosis, pneumonia, atau gagal jantung.

“Tahun ini pemerintah juga menyediakan pendamping lansia untuk memonitor kesehatan jemaah lansia dengan lebih ketat,” katanya, dilansir dari Antara.

Di samping layanan yang diberikan oleh pemerintah, Ngabila menganjurkan jemaah menghindari risiko tersebut dengan mengikuti tiap anjuran teknis yang diarahkan oleh ketua regu hingga petugas kloter setiap waktu agar kesehatan tetap terjaga.

Jemaah juga dianjurkan melakukan senam peregangan dua jam sekali secara rutin, meminum segelas air per jam dan selalu memakai alat pelindung diri seperti topi, payung, kacamata hitam, masker, pakaian berwarna cerah, semprotan air, alas kaki, membawa paspor serta menggunakan gelang identitas dimanapun berada.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here