
SUASANA perseteruan antara Menhan Amerika Serikat Lloyd Austin dan Menhan China Li Shangfu di tengah Dialog Pertahanan Shangrila ke-20 yang digelar di Singapura 3 – Juni tak terelakkan.
Terkait isu Taiwan, Li yang mendapat kesempatan berpidato di hari terakhir pertemuan yang dikuti lebih 600 dari 49 negara itu (4/6) menyebutkan belakangan ini kegiatan separatis untuk mendukung kemerdekaan Taiwan semakin merajalela.
“Militer China tidak akan ragu sedetik pun jika ada yang berani memisahkan Taiwan dari China. Kami tidak gentar dengan lawan mana pun dan akan tegas menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial berapa pun biayanya, “ ujar Lie seperti dikutip CGTN.
Namun Li juga mengatakan, negaranya siap bekerjasama dengan semua pihak untuk membangun kepercayaan yang lebih kokoh dan untuk mempromosikan aturan kamanan yang lebih adil, meningkatkan sistem keamanan multilateral dan kerjasama pertahanan yang lebih efektif.
Sebaliknya Menhan AS, Austin yang berbicara sehari sebelumnya mengatakan komitmen penuh negaranya untuk mempertahankan status quo di Selat Taiwan dan secara konsisten memberlakukan kebijakan Satu China dan di lain pihak, memenuhi kewajiban yang ditetapkan di bawah UU terkait hubungan dengan Taiwan.
“Kebijakan kami ajeg dan tegas dan berlaku di seluruh adminsitrasi pemerintahan AS dan kami akan terus dengan tegas menentang perubahan sepihak terhadap status quo dari kedua sisi, “ tandasnya.
Namun demikian Austin memperkirakan, konflik bukan hal yang tak terelakkan atau terjadi dalam waktu dekat ini, sementara upaya pencegahannya juga sangat kuat dan AS berkomitmen untuk melanjutkannya.
Austin juga mengajak seluruh dunia untuk memberikan andil dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, keamanan jalur pelayaran komersial dan rantai pasok yang bergantung pada selat tersebut, juga kebebasan navigasi di seluruh dunia.
Klaim tumpang tindih antara Brunei Darussalam, Malaysia, Taiwan dan Vietnam dan China di Laut China Selatan, potensi konflik China dan Taiwan isu Perang di Ukraina akibat invasi Rusia merupakan isu-isu bahasan dalam pertemuan Shangrila ke-20.
Walau pun dengan kepentingan nasional masing-masing yang bertolak belakang, semoga retorika terkait upaya untuk membangun kepercayaan dan mencegah konflik dijalankan. (AP/Reuters).




