Sambut Bulan Syakban, Ini 5 Amalan Utama Jelang Ramadan

Bulan Syakban sering luput dari perhatian umat Islam. (Foto: istockphoto)

Jakarta, KBKNews.id – Bulan Ramadan mulai mendekat. Umat Islam kini berada di penghujung bulan Rajab. Menurut kalender resmi Kementerian Agama RI, 1 Syakban 1447 Hijriah jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Bulan ini menjadi gerbang penting menuju Ramadan, sekaligus waktu berharga untuk menata kembali kesiapan iman dan amal.

Syakban memiliki makna mendalam. Dalam bahasa Arab, kata Sya’ban berasal dari tasya’aba yang berarti “bercabang” atau “memancar”. Para ulama menafsirkan Syakban sebagai bulan di mana kebaikan mulai memancar, menjadi masa persiapan spiritual sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

Namun, Rasulullah Saw pernah mengingatkan, Syakban sering luput dari perhatian umat Islam. Bulan ini berada di antara dua bulan mulia—Rajab dan Ramadan—sehingga kerap terlewat tanpa amal yang optimal. Agar tidak termasuk golongan yang lalai, berikut beberapa amalan utama yang dianjurkan untuk menghidupkan bulan Syakban .

1. Menyelesaikan Utang Puasa Ramadan

Syakban menjadi waktu krusial untuk menunaikan qadha puasa Ramadan yang tertinggal, terutama bagi kaum perempuan. Setelah Syakban berlalu, kewajiban tersebut dapat bertambah dengan kewajiban fidyah jika penundaan tidak memiliki uzur syar’i.

Ummul Mukminin Aisyah RA menuturkan,
“Aku memiliki utang puasa Ramadan dan aku tidak dapat mengqadhanya kecuali di bulan Syakban ,” (HR. Bukhari).

Hadis ini menunjukkan Syakban adalah waktu terakhir yang ideal untuk melunasi utang puasa sebelum Ramadan kembali tiba.

2. Memperbanyak Puasa Sunnah

Syakban juga dikenal sebagai bulan “pemanasan” menuju Ramadan. Rasulullah Saw memperbanyak puasa sunnah di bulan ini, bahkan lebih banyak dibanding bulan-bulan lain selain Ramadan.

Aisyah RA berkata,
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah Saw berpuasa sunnah lebih banyak daripada di bulan Syakban,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Puasa Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh di pertengahan bulan dapat menjadi pilihan untuk melatih fisik dan spiritual.

3. Menghidupkan Interaksi dengan Al-Qur’an

Para ulama salaf menjuluki Syakban sebagai Syahrul Qurra’, yakni bulan para pembaca Al-Qur’an. Di bulan ini, umat Islam dianjurkan mulai membiasakan diri membaca Al-Qur’an secara rutin agar hati dan lisan siap menyambut Ramadan.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ketika Syakban tiba, kaum Muslimin akan menyibukkan diri dengan mushaf-mushaf mereka. Tujuannya adalah melunakkan hati dan melancarkan bacaan, sehingga saat Ramadan datang, ibadah tilawah dapat dijalani dengan lebih maksimal.

4. Memperbanyak Selawat kepada Nabi

Syakban juga dikenal sebagai bulan selawat. Ayat perintah bersholawat dalam Al-Qur’an, yakni QS. Al-Ahzab ayat 56, disebut oleh sebagian ulama turun pada bulan Syakban.

Memperbanyak selawat menjadi bentuk cinta dan penghormatan kepada Rasulullah Saw, sekaligus sarana meraih syafaat beliau kelak di hari akhir.

5. Menghidupkan Malam Nisfu Syakban dengan Doa

Puncak keutamaan Syakban terletak pada Malam Nisfu Syakban , malam pertengahan bulan yang diyakini sebagai waktu diangkatnya catatan amal tahunan. Malam ini sering disebut Lailatul Bara’ah, malam pembebasan dan pengampunan.

Umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, salah satunya doa masyhur yang memohon perubahan takdir menuju kebaikan:

“Ya Allah, jika Engkau mencatat kami sebagai orang yang celaka atau sempit rezeki, maka hapuskanlah dan tetapkanlah kami sebagai orang yang bahagia dan lapang rezeki.”

Syakban bukan sekadar bulan penantian, melainkan kesempatan emas untuk berbenah diri. Dengan menghidupkan amalan-amalan utama di bulan ini, umat Islam diharapkan dapat menyambut Ramadan dengan hati yang lebih bersih, iman yang lebih kuat, dan kesiapan ibadah yang lebih matang.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here