JAKARTA, KBKNEWS.id – Lebih dari empat puluh hari setelah banjir bandang menerjang Aceh Tamiang, warga terdampak masih berjuang memulihkan kehidupan mereka dari berbagai keterbatasan.
Kerusakan rumah, hilangnya harta benda, hingga kebutuhan dasar yang belum sepenuhnya terpenuhi menjadi tantangan sehari-hari para penyintas.
Di tengah proses pemulihan tersebut, masyarakat juga bersiap menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Namun bagi warga muslim terdampak banjir, kebutuhan akan perlengkapan ibadah menjadi hal mendesak, mengingat banyak di antaranya hanyut atau rusak akibat bencana.
Merespons kondisi itu, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Indonesia IsDB/Islamic Development Bank (i-Kindi) menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah kepada warga terdampak banjir.
Penyaluran bantuan dilakukan di Desa Marlempang, Kecamatan Bendahara, serta Desa Medang Ara, Kecamatan Karang Baru, pada Rabu (7/1/2026).
Bantuan tersebut disambut hangat oleh para penyintas. Misni (60), warga Desa Marlempang, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. Ia mengaku perlengkapan ibadah di rumahnya hilang terbawa arus banjir bandang.
“Alhamdulillah, ya Allah, senang dan terharu rasanya. Mukena dan sajadah di rumah hilang karena banjir. Sekarang punya mukena dan sajadah baru rasanya senang sekali. Terima kasih banyak,” ujar Misni.
Selain perlengkapan ibadah, DMC Dompet Dhuafa dan i-Kindi juga menyalurkan bantuan makanan siap saji bagi para penyintas. Sebanyak 500 porsi makanan dibagikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga yang masih berjuang di tengah keterbatasan pascabencana.
Penanggung Jawab Respons DMC Dompet Dhuafa untuk Aceh Tamiang, Ahmad Yamin, mengatakan bahwa Dompet Dhuafa telah mendampingi warga terdampak sejak November 2025 dan akan terus berupaya mendukung proses pemulihan.
“Sejak November 2025 lalu hingga sekarang, Dompet Dhuafa terus membantu proses pemulihan pascabencana warga terdampak di Aceh Tamiang. Kami berharap kehadiran Dompet Dhuafa bersama para mitra dapat membawa dampak baik dan membantu warga bangkit kembali,” ujarnya.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Dompet Dhuafa dalam mendampingi penyintas bencana ekologis agar dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih layak, termasuk menjalankan ibadah dengan tenang menjelang Ramadan.





