Sanksi DK PBB untuk Korea Utara

korut
Foto Ilustrasi
WASHINGTON – Dewan keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyetujui sanksi baru terhadap Korea Utara, menempatkan larangan senilai $ 1 miliar untuk ekspor negara tersebut yang akan memotong pendapatan negara sampai sepertiga.

Resolusi tersebut disetujui dengan suara bulat pada hari Sabtu (5/8/2017), yang berarti bahwa China dan Rusia meninggalkan dukungan  mereka untuk Korea Utara.

Nikki Haley, duta besar AS untuk PBB, mengatakan bahwa resolusinya adalah “paket ekonomi terbesar yang pernah dilakukan melawan rezim Korea Utara.”

Ini juga merupakan teguran terbesar yang pernah dikeluarkan oleh PBB untuk uji coba rudal balistik.

Inggris menyambut baik sanksi tersebut, dimana Lord Ahmad, menteri untuk persemakmuran dan PBB, meminta semua negara untuk menerapkan langkah-langkah baru tersebut “sepenuhnya dan kokoh”.

“Inggris dan mitra internasional kami bersatu dalam menentang dan berdiri teguh melawan ancaman yang ditimbulkan oleh Korea Utara,” katanya.

“Resolusi ini akan mengurangi sumber daya bahwa Korea Utara menyalahgunakan dana untuk melakukan operasi nakal dan rudal balistik yang sembrono dan ilegal.” tambahnya, dilansir Telegraph, Minggu (6/8/2017).

“Korea Utara telah memilih jalur yang sangat berbahaya dan tidak stabil ini. Rezim tersebut memprioritaskan pencarian senjata-senjata ini melebihi dan di atas rakyatnya, perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut. Rezim Korea Utara perlu segera mengubah arahnya. ” tandasnya.

Advertisement