MINNEAPOLIS – Sebuah serangan bom melanda masjid di luar Minneapolis pada Sabtu (5/8/2017) dan Biro Investigasi Federal melakukan penyelidikan pemboman yang tidak menimbulkan korban tersebut.
Insiden anti-Muslim telah meningkat tajam di Amerika Serikat sejak tahun lalu, menurut sebuah tinjauan oleh Council on American-Islamic Relations, yang menawarkan hadiah $ 10.000 untuk informasi yang mengarah pada penangkapan dan penghukuman pembom daerah Minneapolis.
Polisi di Bloomington, Minnesota, dipanggil terkait sebuah ledakan di masjid Dar Al Farooq, setelah sebuah bom dilemparkan melalui jendela kantor imam sementara para jamaah berkumpul untuk sholat subuh.
Mohamed Omar, direktur eksekutif masjid tersebut, mengatakan kepada wartawan di Bloomington bahwa seorang anggota kongregasi melihat sebuah truk pikap yang melaju cepat dari tempat parkir gedung tepat setelah ledakan tersebut.
“Penyelidikan awal mengindikasikan bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh perangkat yang merusak yang melanggar undang-undang federal,” kata divisi FBI di Minneapolis, melalui akun Twitter, dikutip New York Post.
Beberapa tokoh agama lainnya bergabung dengan anggota masjid pada hari Sabtu untuk menyatakan dukungannya.
“Ini adalah tragedi yang harus kita kumpulkan di sini hari ini,” ujar Curtiss DeYoung, direktur eksekutif Dewan Gereja Minnesota, mengatakan kepada wartawan beberapa saat setelah Omar berbicara.
“Kami di sini menunjukkan solidaritas dan dukungan bagi umat Islam, tidak hanya di pusat ini tapi juga Muslim di seluruh negara bagian dan negara kita yang berada di bawah serangan semacam ini.” tambahnya.





