JAKARTA – Kasus razia warung makan yang terjadi terhadap ibu Saeni, di Serang, menjadi perbincangan di kalangan netizen dan masyarakat. Namun hal ini diimbau jangan sampai memprovokasi umat muslim saat Ramadhan.
Ketua MUI Banten KH AM Romli di Serang, Minggu (12/06/2016) mengajak masyarakat untuk tenang dan tidak terprovokasi situasi ini.
“Umat Islam diharap tetap tenang, jaga kesucian bulan Ramadhan. Jangan perprovokasi dengan berbagai pemberitaan yang terus berkembang dan mengundang polemik. Malah ini khawatir mengundang kelompok-kelompok tertentu melakukan tindakan kekerasan di bulan puasa Ramadhan ini,” katanya, dikutip dari nusanews.
Menurut KH Romli, dalam menjalankan tugasnya, Satpol PP merupakan lembaga yang berwenang menegakkan Perda, dan kegiatan tersebut tahun-tahun sebelumnya tetap dijalankan sebagaimana biasanya selama Ramadhan. Upaya tersebut dilakukan dalam upaya menghormati kesucian bulan Ramadhan.
“Dari dulu juga razia-razia seperti itu tetap ada. Kenapa sekarang menjadi ramai di media sosial dan lainnya,” kata Romli.
Namun demikian, kata dia, dalam melaksanakan tugasnya, Satpol PP juga harus menempuh cara-cara yang manusiawi dan persuasif terlebih dahulu seperti peringatan atau meminta penjelasan terlebih dahulu kepada pihak yang berjualan.
Sementara itu diberitakan Republika, Senin (13/6/2016), Ketua Komisi II DPR, Rambe Kamarul Zaman menilai perlunya Kementerian Dalam Negeri menegur dan menata ulang kinerja Satpol PP lebih lanjut.
Menurutnya hal tersebut perlu dilakukan agar dalam menjalankan tugasnya tidak mengedepankan tindakan represif dan berlebihan.
“Ya harus ditata, agar tidak asal-asalan, sehingga melaksanakan tugas dengan baik,” kata Rambe, Minggu (12/6/2016).
Rambe juga mengaskan pentingnya koordinasi Satpol PP dalam menjalankan tugasnya. Sebab, Satpol PP sebagai bagian dari tugas pengamanan yang ada di setiap daerah. Sehingga Rambe menilai, hal itu penting dilakukan agar tidak terulang kejadian di daerah lainnya.
“Itu Satpol PP koordinasi sebagaimana tugas pengamanan kepolisian, maka enggak boleh bersikap sendiri,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegur Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Serang terkait insiden arogansi dengan merazia warung makan saat bulan Ramadhan.
Ia juga mengingatkan pada seluruh Satpol PP di Indonesia untuk bersikap simpatik dalam melaksanakan instruksi kepala daerah, salah satunya pada saat bulan Ramadhan.
“Bahwa dalam melaksanakan keputusan/instruksi kepala daerah atau melaksanakan pengamanan perda di daerah untuk bersikap simpatik. Mengedepankan penyuluhan tidak over acting,” kata Tjahjo.
Teguran yang dilayangkan Tjahjo menyusul simpati netizen pada Ibu Eni, yang menangis saat seluruh makanannya dirazia dan diangkut Satpol PP. Ibu Eni mengaku sudah berusaha menghormati orang yang sedang berpuasa dengan menutup warungnya dengan kain. Netizen juga mengecam tindak arogansi Satpol PP Serang.





