JAKARTA, KBKNEWS.id – Satu kampung di Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, hilang total setelah disapu banjir bandang pada Kamis (27/11/2025) sore.
Permukiman yang sebelumnya dihuni belasan keluarga kini rata dengan tanah dan berubah menjadi tumpukan batu besar serta material kayu yang berserakan.
Wali Nagari Salareh Aia Timur, Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa seluruh bangunan di kawasan itu tersapu bersih tanpa tersisa. Ia menyebut sekitar 70 rumah hilang, sementara ratusan rumah lainnya di wilayah sekitar mengalami kerusakan berat hingga ringan.
“Kampung ini benar-benar lenyap. Kami bahkan tidak bisa lagi menunjukkan lokasi awal rumah berdiri,” katanya.
Banjir bandang yang melanda wilayah sepanjang aliran Sungai Alah Nangang itu menjadi salah satu yang terparah di Sumatera Barat pada 2025.
Dodi Eka Putra (52), warga yang selamat, menceritakan detik-detik ketika arus besar menghantam kampungnya. Ia melihat rumah-rumah terbawa air dalam hitungan menit. Menurutnya, sebagian besar warga tidak sempat menyelamatkan diri akibat derasnya arus.
“Airnya tinggi sekali, sekitar empat meter. Semua rumah rata disapu galodo,” ujarnya. Ia menambahkan hanya satu warga yang selamat karena sedang berada di tempat lain saat kejadian.
Dodi menyebut banjir datang sekitar pukul 17.00 WIB dan langsung menghancurkan apa pun yang dilaluinya, termasuk sepeda motor milik temannya yang ikut terseret arus.
Hingga kini, banjir bandang dan longsor di Nagari Salareh Aia Timur menelan ratusan korban jiwa dan puluhan warga masih dinyatakan hilang. Para penyintas mengungsi ke lokasi aman sambil menunggu proses pencarian dan bantuan lanjutan dari tim gabungan.





