Bantuan Belum Tiba di Kab. Naga Raya

Sudah tujuh haribanjir di Nagan Raya, Aceh, belum tersentuh bantuan dari pusat (foto: ANTARA)

SUDAH  hari ke-7 banjir bandang dan luapan air di Kab. Nagan Raya, Aceh pada 26-27 November lalu yang menewaskan 173 orang, berdampak pada 25.608 jiwa atau 8.258 KK, sampai hari ini  belum ada bantuan dari pemerintah pusat.

Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, menyebut Pemkab belum menerima satu pun bantuan dari pemerintah pusat hingga Kamis (4/12) ini. “Kami sangat berharap bantuan segera disalurkan kepada masyarakat yang tertimpa musibah di Kab. Nagan Raya,” ungkapnya, sebagaimana dilansir Kantor berita Antara.

Bupati Teuku Raja Keumangan juga meminta pemerintah pusat segera menetapkan bencana banjir yang melanda Provinsi Aceh termasuk Sumatera Utara dan Sumatera Barat sebagai bencana nasional.

Mengingat skala kerusakan, cakupan wilayah terdampak, serta terbatasnya kemampuan anggaran daerah dalam menangani bencana alam banjir bandang yang sangat parah. Ia bercerita, beberapa hari lalu.

Pemkab Nagan Raya juga telah menandatangani surat pernyataan ketidakmampuan anggaran dalam menangani bencana besar ini.

Hal serupa juga dilakukan oleh sejumlah kabupaten lain di Aceh yang terdampak berat.

“Saya sudah menandatangani surat pernyataan ketidakmampuan dari segi anggaran dalam mengatasi musibah ini. Sama seperti beberapa kabupaten lainnya di Aceh yang sudah menandatangani surat pernyataan serupa,” katanya.

Peneliti BRIN mengungkapkan,  empat kecamatan di Kabupaten Nagan Raya yang dilanda banjir, yakni Tadu Raya, Tripa Makmur, Darul Makmur, dan Beutong Ateuh Banggalang.

Dari empat wilayah itu, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang tercatat mengalami kerusakan terparah. “Di antara empat kecamatan yang dilanda musibah, Beutong Ateuh Banggalang adalah yang paling parah.

Sebanyak 85 persen infrastruktur, fasilitas umum, dan rumah-rumah warga hancur total,” tambahnya.

Selain itu, akses jembatan penghubung antara Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Tengah yang berada di wilayah tersebut masih terputus, sehingga menyulitkan proses penyaluran bantuan dan evakuasi.

BMKG mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem untuk sejumlah wilayah Indonesia yang didominasi oleh hujan sangat lebat dan angin kencang, disertai fenomena lain seperti petir merusak, puting beliung, hujan es.

Selain itu, jarak pandang terbatas juga kerap mengganggu aktivitas penerbangan maupun pelayaran.

“Trennya terus naik. Jawa Barat memimpin frekuensi kejadian hujan ekstrem dan angin kencang, disusul Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujar Kepala BMKG Faisal Fathani nya, dilansir dari laman resmi BMKG, Senin (1/12).

Selain itu, jarak pandang terbatas juga kerap mengganggu aktivitas penerbangan maupun pelayaran.

Sementara itu BMKG juga mengingatkan adanya sejumlah wilayah yang perlu mewaspadai potensi pembentukan siklon tropis pada Desember 2025.

BMKG juga memproyeksikan kondisi cuaca nasional pada pekan kedua Desember hingga awal Januari dipengaruhi oleh beberapa fenomena atmosfer.

Monsoon Asia diperkirakan mulai aktif dan meningkatkan curah hujan, sedangkan anomali Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Equator berpotensi memicu hujan ekstrem di berbagai daerah.

Seruak dingin Siberia juga diprediksi memperkuat intensitas hujan, ditambah peluang tumbuhnya bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia.

Faisal menyebut, sejumlah daerah yang perlu mewaspadai potensi pembentukan bibit siklon tropis meliputi: Bengkulu Lampung Banten DKI Jakarta Jawa Bali NTB NTT Maluku Papua Selatan  Papua Tengah

Bibit siklon tropis merupakan fase awal sebelum terbentuknya siklon tropis, dengan kecepatan angin 5–34 knot.

Jika kondisi atmosfer mendukung, sistem ini dapat berkembang menjadi siklon tropis dengan kecepatan angin 35 knot atau lebih, dan membentuk struktur badai yang terorganisir.

BMKG menegaskan, meskipun Indonesia tidak berada di jalur utama siklon, anomali cuaca dapat mengubah pola tersebut.

Hal ini seperti terjadi pada Siklon Senyar yang menyebabkan kerusakan luas dan hujan ekstrem lebih dari 380 mm/hari di Aceh.

Di sisi lain, BMKG memastikan bahwa perkembangan siklon tropis dapat diprediksi hingga 8 hari sebelumnya. Peringatan dini juga telah berulang kali dikirimkan saat kemunculan Siklon Senyar.

Sementara berdasarkan laporan Antara, Kamis (4/12) pukul 04.28 WIB, banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Kabupaten Agam pada akhir November 2025 menewaskan 169 orang meninggal dunia.

Korban meninggal berasal dari Kecamatan Palembayan, Malalak, Tanjung Raya, dan Palupuh. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam juga mencatat 35 orang mengalami luka-luka dan masih

menjalani perawatan di rumah sakit.

BPBD Agam masih melakukan pencarian terhadap 86 orang yang masih hilang. Proses pencarian dilanjutkan pada Kamis (4/12) dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD Agam, Basarnas, TNI/Polri, PMI, dan relawan lainnya.

Janji Prabowo yang disampakan Gibran

Sementara Wapres  RI Gibran Rakabuming menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan bencana di tiga provinsi Sumatera. Salah satunya, Prabowo memerintahkan agar akses jalan dan jembatan segera dipulihkan.

“Bapak-Ibu, ini sudah diperintah Pak Presiden juga untuk akses jalan, jembatan,” ujar Gibran saat mendatangi salah satu posko pengungsian di Batang Toru, Tapanuli Selatan, Kamis (4/12).

Gibran juga mengungkap perbaikan listrik hingga jalur untuk bahan bakar minyak (BBM) segera dibenahi. Dia juga meminta masyarakat yang terdampak bersabar, khususnya anak-anak.

:Tadi ada adik yang sekolah, nanti akan dibangun kembali ya, tunggu dulu ya. Listrik, terus jalur untuk BBM nanti akan segera dipulihkan. Ini adalah perintah langsung dari Pak Presiden,” ucap dia.

Selain itu, Gibran juga meminta kepala daerah setempat mendata rumah-rumah warga yang rusak akibat bencana. Ia memastikan negara akan hadir untuk masyarakat di

Sumatera. “Rumah yang rusak, ini mohon Pak tolong diinventaris dulu, nanti akan kami bantu, “ ujarya.

Gibran menegaskan bahwa masyarakat Sumatera tidak sendirian dalam menghadapi bencana banjir dan longsor ini.

“Bapak-Ibu, sekali lagi saya mohon maaf. Bapak-Ibu tidak sendiri, warga Sumatra tidak sendiri, kami di sini untuk Bapak-Ibu semua ya. Kami hari ini mengunjungi tiga provinsi sekaligus,” tegasnya.

Korban banjir di Sumatera Per sore 3 Desember 2025 berdasarkan data BNPB , jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, bertambah menjadi 770 orang.

Khusus di Sumatera Utara, ada 299 orang yang tewas dan 159 orang masih hilang. Jumlah penduduk yang terdampak di Sumatera Utara mencapai 1,6 juta orang.

Semoga bantuan segera sampai di seluruh lokasi bencana dan awasi terus agar tidak ada oknum pejabat atau kepompok yang mencoba-coba mencari manfaat  keuntungan di tengah bencana.(Kompas.com/ANTARA/ns)

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here