Satu Keluarga Dibantai, 8 Nyawa Melayang

Satu keluarga dibantai di Amerika Foto: telegraph.co.uk

APPALACHIAN (KBK) – Satu keluarga yang berjumlah delapan orang, dibantai di Pegunungan Appalachian, Desa Peebles, sekitar 70 mil sebelah timur dari Cincinnati, Amerika Serikat.

Kejadian ini terungkap setelah tiga hari, ketika seorang saudara dari pihak keluarga berkunjung ke rumah tersebut. Karena melihat hal yang mengerikan itu, ia langsung melakukan telpon darurat 911.

Panggilan darurat itu dilakukan Jumat pagi (22/4/2016). Seorang wanita yang sedang panik mengatakan: “Saya pikir kakak ipar saya sudah mati. Ada darah di seluruh rumah”.

“Kakak ipar saya ada di kamar tidur, dan sepertinya seseorang telah menghadirkan neraka ke rumahnya.”

Dalam panggilan lain, seorang pria berkata: “Saya baru saja menemukan sepupu saya dengan luka tembak.”

“Apakah dia masih hidup?” tanya petugas operator.

“Tidak, tidak,” ujar respon itu.

Para korban berusia 16-44 tahun dan telah diidentifikasi sebagai anggota keluarga Rhoden.

Tujuh orang ditemukan pada hari Jumat itu

Salah satu korban adalah seorang wanita ditembak mati di tempat tidur bersama bayi berusia empat hari.

Pihak kepolisian menyampaikan laporan hasil penyidikan sementara pada konferensi pers, Ahad (24/4/2016).

Saat itu polisi hanya mengatakan, masih berusaha memahami apa yang terjadi dalam penembakan massal paling berdarah di Amerika sepanjang tahun ini.

“Ini adalah eksekusi direncanakan yang membunuh delapan orang. Ini adalah operasi yang canggih. Dan mereka melakukan segala sesuatu yang bisa mereka lakukan untuk menghambat penyidikan dan penuntutan mereka, ” ungkap Mike DeWine, jubir kepolisian seperti disitat KBK dari telegraph.co.uk

Advertisement