ASAHAN – Sebanyak 40 peserta dari 11 sekolah dasar dampingan Sekolah Literasi Indonesia (SLI) Kabupaten Asahan mengikuti Pelatihan Khas Literasi pada (10/2/2020) di MIS Al Washliyah Lubuk Amat, Kecamatan Silau Laut.
Pelatihan digelar dalam dua sesi, dan dikemas semenarik mungkin oleh Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia (KAWAN SLI).
Sesi pertama dengan materi Khas Literasi, dibawakan oleh Konsultan Relawan (KAWAN) Alivia. Sementara sesi berikutnya terbagi kedalam dua kelas berbeda, Kelas Efektivitas Membaca dibersamai oleh KAWAN Nisa dan Kelas Pemetaan Kompetensi Literasi Siswa (Peta Taktis) 2.1 dibawakan oleh KAWAN Luthfia.
Melalui pelatihan ini diharapkan peserta mampu memahami dan menyusun aktivitas pengembangan literasi sekolah, utamanya peserta dapat mengimplementasikan program khas SLI (ceruk ilmu, kronik guru, Small Learning Comunity) untuk guru dan siswa.
Selain itu, diharapkan peserta mampu memberi pelatihan membaca efektif untuk siswa di sekolahnya.
“Semoga panjang umur, merupakan doa yang dapat diwujudkan melalui salah satu jalan, yaitu menulis. Buku yang saya pegang ini, adalah kumpulan puisi saya, yang diterbitkan. Menulis itu mudah, maka mulailah,” ujar Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Asahan, Swastati Sagala, yang hadir dalam kesempatan tersebut.
Dia menambahkan, hal ini sesuai arahan kepala kemanag, mendorong semua elemen madrasah untuk menerbitkan buku.
“Saya hadir dihadapan bapak/ibu guru serta para pimpinan sekolah/madrasah sebagai motivasi berkarya bersama. Mulailah dari hal sederhana, yaitu tuliskan pengalaman selama mengikuti Program Pendampingan Sekolah Literasi Indonesia. Menulislah untuk keabadian,” tutupnya.





