JAKARTA – Apakah ada yang masih menanti-nanti keinginannya terpenuhi, meskipun sudah berdoa siang dan malam kepada Allah?
Memang, sabar adalah kunci saat doa belum terjawab. Tapi, kita juga bisa berusaha untuk mempercepat realisasi doa tersebut.
Seperti memancing ikan, selain menunggu dengan sabar, kita juga perlu memerhatikan apa yang membuat umpan kita tidak diminati ikan dan mencoba menggantinya dengan yang lebih menarik.
Rasulullah shallallahu alaihi wassalaam memberikan petunjuk bahwa untuk mempercepat terkabulnya doa, kita harus membantu orang lain melewati kesulitannya terlebih dahulu.
“Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain.” (HR Ahmad)
Sangat menakjubkan resep yang disampaikan. Ternyata, untuk doa terkabul dan kesulitan sirna, kita harus mengatasi kesulitan orang lain terlebih dahulu.
Mungkin kita hanya fokus pada berdoa tanpa peduli kondisi orang lain. Ketika doa tidak terjawab, sebaliknya kita merasa marah dan kecewa daripada melakukan introspeksi.
Dari hadis tersebut, seharusnya kita mengevaluasi diri. Mungkin doa kita tidak dijawab karena kita tidak pernah membantu orang lain. Salah satu syarat pertolongan Allah adalah ketika kita rela membantu orang lain.
“Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya”. (HR Muslim: 2699. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy Shahih)
Ada beberapa cara untuk membantu dan mengatasi kesulitan orang lain, salah satunya adalah dengan bersedekah. Namun, penting untuk diingat bahwa bersedekah bukanlah hal yang bisa dilakukan sembarangan.
Bahkan, terdapat tingkatan dalam bersedekah, di mana sedekah terbaik adalah yang diberikan kepada kerabat dekat, bukan kepada orang asing yang meminta-minta di pinggir jalan.
Oleh karena itu, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mencari tahu apakah ada keluarga atau kerabat yang sedang mengalami kesulitan, seperti PHK, kebangkrutan usaha, utang, atau sakit yang memerlukan bantuan finansial. Jika ada, maka prioritas pertama adalah membantu mereka.
“Sedekah kepada orang miskin mendapatkan satu pahala, sedangkan sedekah kepada kerabat mendapatkan dua pahala; pahala bersedekah dan pahala bersilaturahmi.” (HR At-Tirmidzi)
Jika tidak ada keluarga atau kerabat yang membutuhkan bantuan, kita bisa mempertimbangkan untuk membantu tetangga dekat atau tetangga yang jauh.
Setelah memberikan bantuan kepada orang-orang terdekat, jika masih ada kelebihan harta, kita bisa memikirkan untuk membantu warga sekitar dengan cara lain, seperti mewakafkan tanah, kendaraan, bangunan, atau sumber pengairan yang dapat membantu meringankan kesulitan banyak orang.
Insyaallah, segala doa yang kita panjatkan akan dikabulkan oleh Allah selama itu untuk kebaikan dan bukan untuk maksiat. Oleh karena itu, tugas kita adalah terus berdoa, bersabar, dan mempercepat terkabulnya doa tersebut dengan membantu meringankan kesulitan orang lain.





