Sedekah Magnet Rezeki

Ilustrasi sedekah. (Foto: Ist)

JAKARTA – Jika ada yang berpikir rezeki itu datang dengan sendirinya, mereka tampaknya belum memahami bahwa diperlukan upaya untuk mendapatkan rezeki.

Salah satu upaya yang sering diabaikan dalam mencari rezeki adalah bersedekah. Padahal, bersedekah merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam mendatangkan rezeki.

Bandingkanlah sedekah dengan magnet. Semakin besar ukurannya, semakin kuat daya tariknya karena medan magnetnya yang lebih luas. Demikian pula dengan sedekah, semakin luas jangkauannya, semakin kuat daya tariknya.

Bagaimana caranya memperluas daya tarik sedekah? Salah satunya adalah dengan meningkatkan jumlah harta yang dikeluarkan untuk bersedekah. Namun, yang perlu diperbesar bukanlah nominal uangnya, melainkan persentase dari pendapatan bulanan kita.

Sebagai contoh, seseorang yang bersedekah sebesar seratus juta Rupiah setiap bulan padahal pendapatannya mencapai tiga miliar Rupiah.

Persentase sedekahnya sama dengan seseorang yang hanya bersedekah seratus ribu Rupiah dengan pendapatan tiga juta Rupiah per bulan. Kedua orang tersebut hanya bersedekah sebesar 3% dari pendapatan mereka.

Perlu diingat bahwa sedekah berbeda dengan zakat. Zakat wajib dikeluarkan sebesar 2,5% dari harta untuk membersihkannya, sedangkan sedekah memiliki beragam fungsi, seperti perlindungan dari bencana dan penyakit, serta sebagai magnet rezeki.

Sekiranya kita ingin mendapatkan proteksi dan magnet rezeki yang besar, sedekah sebesar 3% tidaklah mencukupi.

Orang yang bersedekah hanya sebesar 3% dari pendapatannya tetapi menginginkan hasil besar seakan-akan seperti membayar premi asuransi murah namun mengharapkan pertanggungan besar. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan persentase sedekah dari pendapatan kita.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Satu dirham dapat mengungguli seratus ribu dirham”. Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” Beliau jelaskan, “Ada seorang yang memiliki dua dirham lalu mengambil satu dirham untuk disedekahkan. Ada pula seseorang memiliki harta yang banyak sekali, lalu ia mengambil dari kantongnya seratus ribu dirham untuk disedekahkan.” (HR An Nasai no. 2527 dan Imam Ahmad 2: 379. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini hasan).

Jadi, sedekah sebesar 3% seharusnya tidak dianggap sebagai tabungan akhirat atau naungan di hari pengadilan Allah. Sebab, sedekah tersebut seolah-olah hanya membangun tiangnya saja, belum atapnya.

Oleh karena itu, jangan heran jika kelak di akhirat, orang yang bersedekah dengan jumlah yang lebih kecil memiliki naungan yang lebih besar daripada yang bersedekah dengan jumlah yang lebih besar.

Kesimpulannya, bersedekah minimal 20% dari pendapatan, bahkan lebih baik jika bisa mencapai 30%, dan rasakanlah perubahan luar biasa yang akan terjadi.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here