Sejarah Baru di Jepang, Sanae Takaichi jadi PM Perempuan Pertama

JAKARTA, KBKNEWS.id – Sanae Takaichi telah terpilih sebagai Perdana Menteri Jepang oleh parlemen, menjadikannya wanita pertama yang memegang jabatan tersebut.

Dilansir BBC, politisi berusia 64 tahun ini meraih mayoritas suara yang jelas pada hari Selasa, yakni 237 suara di Dewan Rendah yang berkuasa dan 125 suara di Dewan Tinggi, sebagai pemimpin Partai Liberal Demokratik (LDP) yang berkuasa.

Sebagai seorang konservatif yang teguh dan pengagum mantan Perdana Menteri Inggris almarhum Margaret Thatcher, Takaichi mengambil alih jabatan ini di tengah tantangan ekonomi, saat Jepang menghadapi kenaikan biaya hidup dan masyarakat yang frustrasi.

Masa kepemimpinannya juga dimulai pada periode ketidakpastian bagi ekonomi terbesar keempat di dunia ini. Ia menjadi Perdana Menteri keempat dalam lima tahun terakhir, setelah masa jabatan pendahulunya dipersingkat karena penurunan popularitas dan skandal.

Meskipun mengalahkan empat kandidat laki-laki dalam pemilihan LDP awal Oktober, jalannya menuju kursi perdana menteri sempat terhalang ketika partai koalisi lama LDP, Partai Komeito, menarik dukungan.

Namun, kesepakatan menit terakhir dengan partai oposisi lain—Partai Inovasi Jepang (JIP) yang cenderung kanan dan dikenal sebagai Ishin—menyelamatkannya. Takaichi dan LDP akan menghadapi pemilih berikutnya pada tahun 2028.

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here