Sejarah Versace, Rumah Mode Mentereng Italia yang Segera Diakuisisi Prada

Versace akan segera diakuisisi Prada. (Foto: Ist)

Jakarta, KBKNews.id – Versace segera diakuisisi Prada dengan nilai USD 1,38 miliar. Keduanya merupakan dua rumah mode bergengsi dunia yang bertempat di Italia hingga saat ini.

Pengumuman ini muncul awal Desember 2025. Nilai akuisisi ini jauh lebih rendah daripada harga pembelian Versace oleh Capri Holdings pada 2018.

Pengambilalihan ini menjadi strategi besar Prada untuk memperluas portofolio mewahnya, berdampingan dengan Miu Miu dan label-label lain yang sudah lama berada dalam kelompok Prada Group. Di tengah persaingan ketat dengan raksasa mode global seperti LVMH dan Kering, akuisisi Versace menjadi sinyal jika Prada tidak hanya ingin bertahan, tetapi menjadi pemain utama dalam lanskap fesyen dunia.

Kepergian Donatella Versace sebagai direktur kreatif pada Maret 2025 setelah 27 tahun memimpin juga memperkuat perubahan arah ini. Jabatan tersebut kini dipegang Dario Vitale, mantan direktur desain Miu Miu.

Bagi sebagian orang, perubahan struktural ini merupakan tanda Versace siap membuka lembaran baru. Namun untuk memahami betapa besarnya arti rumah mode ini, kita perlu kembali pada akar sejarahnya. Ada sosok kreatif yang melahirkan salah satu nama paling ikonik dalam mode, Gianni Versace.

Lahirnya Versace

Sejarah Versace dimulai jauh sebelum menjadi fenomena dunia. Gianni Versace, sang pendiri, lahir pada 2 Desember 1946 di Reggio Calabria, Italia bagian selatan. Terlahir di sebuah keluarga penjahit dan pengusaha butik pakaian, Gianni tumbuh dalam lingkungan yang membuat kreativitas dan mode bukan sekadar pekerjaan, melainkan bagian dari keseharian.

Dengan bakat yang sudah terlihat sejak muda, Gianni pindah ke Milan dan pada tahun 1978 ia mendirikan rumah mode Versace. Tak butuh waktu lama bagi namanya melesat. Dunia mode pada era itu didominasi minimalisme dan kesederhanaan, namun Gianni datang membawa sesuatu yang berbeda. Warna-warna berani, motif mencolok, potongan tegas, kain mewah, dan keberanian bermain ornamen.

Dari sinilah identitas Versace lahir. Dia identik dengan glamor, energik, dan tidak takut mengambil risiko. Logo Medusa, yang kemudian menjadi simbol ikoniknya, dipilih karena mewakili kecantikan yang memikat dan kekuatan yang membuat siapa pun tak dapat berpaling.

Versace dan Era Keemasan Gianni

Tahun-tahun pertama Versace menjadi masa eksplorasi kreatif yang luar biasa. Gianni memadukan unsur seni, sejarah, hingga mitologi Yunani dan Romawi. Hal itu menjadikan setiap karyanya seperti narasi visual yang mewah.

Salah satu inovasi paling fenomenal adalah penggunaan jaring logam dalam koleksi Fall/Winter 1982/83. Desainnya terinspirasi dari baju zirah abad pertengahan, namun dibuat untuk mempertegas kekuatan sekaligus sensualitas perempuan modern.

Gianni juga dikenal sebagai desainer yang mengubah budaya pop dan industri mode. Dialah yang memopulerkan istilah “supermodel”, mengangkat nama-nama besar seperti Naomi Campbell, Cindy Crawford, dan Linda Evangelista ke panggung global.

Pada 1994, gaun hitam dengan deretan peniti emas yang dikenakan Elizabeth Hurley dalam pemutaran perdana ‘Four Weddings and A Funeral’ menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah fashion. Sejak itu, Versace identik dengan karpet merah dan selebriti dunia.

Namun perjalanan gemilang ini terhenti pada 1997 ketika Gianni Versace dibunuh. Industri mode kehilangan salah satu desainer jenius terbesarnya.

Donatella Versace Lanjutkan Warisan Sang Kakak

Setelah kematian Gianni, tampuk kreatif beralih kepada adiknya, Donatella Versace. Dia merupakan sosok yang sejak awal menjadi inspirasi sekaligus partner kreatif Gianni. Donatella memimpin Versace melalui periode penuh tantangan, termasuk perubahan selera pasar dan krisis finansial.

Di bawah Donatella, Versace tetap mempertahankan DNA glamornya, namun dengan pendekatan yang lebih modern dan relevan untuk generasi baru. Ia memperkuat lini haute couture Atelier Versace dan memperluas bisnis ke furnitur rumah mewah.

Selama lebih dari dua dekade, Donatella terbukti mampu menjaga nilai artistik Versace, sambil membawa brand tersebut bertahan di tengah persaingan global. Hingga pada 2018, Versace diakuisisi oleh Capri Holdings seharga USD 2,1 miliar.

Perubahan Arah

Meskipun sempat bersinar, beberapa tahun terakhir menjadi masa sulit bagi Versace. Penjualan menurun, tren mode berubah, dan perlambatan pasar barang mewah global membuat brand ini kembali mencari fondasi yang lebih stabil.

Pada Desember 2025, Prada mengumumkan akuisisi Versace. Selain meningkatkan kekuatan portofolio, langkah ini juga dipandang sebagai upaya menyatukan dua estetika Italia yang berbeda namun sama-sama kuat. Minimalisme intelektual Prada dan glamour berani Versace.

Prada menyebut Versace memiliki “potensi besar”, tetapi membutuhkan perjalanan panjang dan strategi yang disiplin. Dengan masuknya Versace ke Prada Group, perusahaan berharap dapat memberikan platform yang lebih stabil—baik secara finansial maupun kreatif.

Rencana ini mencakup penguatan identitas Versace, pembukaan pasar baru, dan kemungkinan menyatukan elemen-elemen kreatif antara Versace, Prada, dan Miu Miu di masa depan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here