BREBES – Sejumlah gelandangan menjadi korban salah tangkap akibat beredarnya berita soal penculikan dengan modus pura-pura gila di media sosial Facebook yang belum terjamin kebenarannya.
Informasi tersebut membuat resah masyarakat di sejumlah daerah seperti Brebes, Tegal, dan Pemalang. Keresahan tersebut telah membuat semua orang asing yang berpenampilan seperti gelandangan, yang masuk di perkampungan dicurigai sebagai penculik.
Bahkan warga sampai menangkap dan menghakimi orang asing tersebut lalu membawanya ke kantor polisi. Bahkan, ada yang sampai babak belur karena dipukuli dan dikeroyok. Peristiwa semacam itu bukan hanya terjadi satu dua kali saja. Tetapi lebih dari lima kali.
Senin (13/3/2017), tempo mencatat dalam sepekan terakhir ini, setidaknya ada tujuh kasus penangkapan gelandangan dan pemuda lantaran dituding sebagai penculik di Brebes, Tegal, dan Pemalang.
Pertama, pada Rabu (1/3/2017), seorang pemuda di Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Brebes nyaris tewas dihajar massa. Saat itu pemuda bernama Hadi Muslikhin, 19 tahun, yang sedang beritirahat ditangkap, diarak, dan dibawa ke balaidesa, padahal ia seorang pencari kerja yang baru diturunkan dari bis akibat kehabisan ongkos.
Kedua pada Jumat (3/3/2017) dimana seorang perempuan paruh baya ditangkap warga dan nyaris dipukuli di Kelurahan Pasarbatang, Brebes.
Ketiga, pada hari yang sama juga terjadi di Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal. Seorang perempuan yang diduga mengalami gangguan jiwa hampir jadi bulan-bulanan warga setempat. Beruntung, polisi segera mengamankan perempuan tersebut.
Keempat, terjadi di Kecamatan Petarukan pemalang pada Kamis 99/3/2017) dimana seorang pemuda berusia 23 tahun, nyaris dimassa gara-gara diteriaki penculik. Beruntung, pemuda asal Desa Kabunan Kecamatan Taman tersebut selamat dari amukan warga meski ratusan massa sudah mengerumuninya.
Sementara itu kelima, korban salah sasaran yang paling parah dialami oleh gelandangan di Desa Tegalreja, Kecamatan Banjarharjo, Brebes, yang menimpa seorang bapak berusia 50 tahun. Ia nyaris tewas setelah tubuh rentanya diarak keliling kampung. Kakinya digantung dengan kepala di bawah dengan sepotong bambu layaknya binatang hasil buruan.
Akibatnya, ia harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena mengalami luka yang cukup parah di kepala dan kaki. Gelandangan itu adalah Oyo Mulya, warga Kuningan, Jawa Barat, yang dikeroyok warga setempat Selasa (7/3/2017).
Menanggapi hal tersebut, kepolisian menyatakan isu penculikan dengan modus pura-pura gila itu adalah hoax atau palsu. Kepala Kepolisian Resor Brebes, Ajun Komisaris Besar Luthfie Sulistiawan mengatakan polisi hingga kini belum menerima laporan adanya penculikan anak.
“Waspada boleh tapi jangan berlebihan,” ujar dia. Polisi pun mengusut kasus ini. Menurut Luthfie, pihaknya sedang memburu penyebar isu hoax tentang penculikan di media sosial Facebook.




