
SEJUMLAH negara mulai memberlakukan lagi penutupan wilayah (lockdown) dalam upaya memutus rantai penyebaran varian baru virus corona, Delta (B.1.617.2) asal India yang makin beringas.
Varian virus Delta (B.1.617.2) asal India yang daya sebarnya sekitar 70 persen di atas virus corona aslinya (SARS-CoV-2) sejauh ini diduga telah menjangkiti 85 negara di dunia.
Di Indonesia varian Delta yang sudah terdeteksi di sembilan provinsi diyakini berkontribusi besar menciptakan lonjakan angka penyebaran Covid-19 pada pekan-pekan terakhir ini terutama di Kudus, Jawa Tengah, Bangkalan, Madura dan DKI Jakarta.
Minggu (20/6) tercatat 160 kasus positif infeksi varian Delta, terbanyak ditemukan di Jawa Tengah (80), DKI Jakarta (57), Jawa Timur (10) dan Banten (2), Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan masing-masing tiga kasus dan Kepulauan Riau satu kasus.
Sydney, kota terbesar di benua kangguru Australia, memerintahkan lima juta warganya dan setengah juta di wilayah yang berbatasan untuk tinggal di rumah.
Saint Petesburg, Rusia yang menjadi salah satu tuan rumah Euro Cup di Rusia pada Sabtu mengumumkan jumlah kematian harian tertinggi akibat Covid-19, yaitu 107 pasien meninggal dalam 24 jam.
Setelah menghelat enam pertandingan dan akan menggelar laga perempat-final, puluhan suporter Finlandia terkena virus corona pasca menyaksikan laga kesebealasan mereka kontra Belgia.
Awal pekan ini pejabat kota melarang penjualan makanan di zona suporter Euro, setelah membatasi jumlah dan memerintahkan penutupan food court di pusat perbelanjaan. Kasus Covid-19 di Rusia yang melonjak sejak pertengahan Juni juga didominasi oleh varian Delta.
Bangladesh juga mengenakan lockdown mulai Senin (28/6) dalam upaya membendung penyebaran varian virus Delta dengan menutup perkantoran selama sepekan, sementara hanya transportasi medis yang diizinkan beroperasi.
Sementara Selandia Baru mengumumkan penangguhan tiga hari perjalanan bebas karantina dengan negara tetangganya Australia guna memberi kesempatan bagi pemerintah untuk mempertimbangkan langkah-langkah berikutnya.
Sedangkan negara jiran, Malaysia yangsejak awal Juni memberlakukan lockdown, memperpanjangnya dua pekan lagi antara 15 sampai 28 Juni. Belum diketahui apakah mulai Senin, lockdown diperpanjang lagi.
Kebijakan lockdown diambil oleh otoritas kesehatan Malaysia mengingat terjadinya lonjakan kasus harian Covid-19 yang juga didominasi varian Delta melonjak sampai di atas 5.000-an kasus per hari.
Masih PPKM Mikro
Sementara pemerintah Indonesia sendiri, walau didesak sejumlah kalangan termasuk para pakar kesehatan untuk melakukan lockdown, masih bertahan pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro walau pun juga dianggap kurang efektif.
Lockdown dikhawatirkan akan melumpuhkan sektor ekonomi sehingga akibatnya lebih fatal, sementara PPKM tidak efektif, selain tidak ada kesatuan langkah para petinggi di daerah, kepatuhan warga juga rendah, sementara aparat di lapangan juga kelelahan.
Contohnya, Bupati Banjarnegara, Jateng, Budhi Sarwono tidak melarang warganya melakukan kegiatan usaha, shalat di masjid atau mengggelar helat atau tidak mematuhi gerakan “Jateng di Rumah Saja” yang dicanangkan gubernurnya.
“Silahkan saja lakukan kegiatan seperti biasa asal patuhi prokes, “ ujarnya. Sejumlah kepala daerah ada yang setengh hati menangani Covid-19 ada juga yang menyembunyikan atau mengecilkan data penyebaran atau korban untuk menjaga reputasinya.
Faktanya, outbreak atau lonjakan angka Covid-19 sudah di depan mata, tercermin dari semakin penuh sesaknya rumah sakit terutama di Pulau Jawa menampung korban Covid-19, bahkan sebagian pasien ditempatkan ditangani secara darurat di tenda-tenda atau bahkan di ruang terbuka.
Rekor demi rekor penambahan angka kasus harian Covid-19 terus dipecahkan dari hari ke hari, dan Sabtu 26/6 mencapai 21.095 kasus menjadikan total 2.993.962 kasus dan penambahan 355 orang meninggal menjadi 56.729 orang.
Seluruh elemen bangsa harus cawe-cawe memerangi Covid-19 dan semoga tidak ada lagi yang tidak mempercayai adanya pandemi.




