
JAKARTA, KBKNEWS.id – Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Presiden Donald Trump dijadwalkan akan menyambut secara langsung sandera Israel yang dibebaskan oleh kelompok Hamas dari Gaza.
Vance menyampaikan bahwa saat ini Hamas dilaporkan menahan 20 sandera yang masih hidup, dan pembebasan mereka bisa terjadi “dalam hitungan saat ini.”
Dalam wawancara dengan NBC News Meet the Press, Vance menegaskan bahwa Trump berkomitmen untuk terbang ke Israel pada guna menghadiri momen penting tersebut. Rencana ini menandai salah satu langkah diplomatik dan simbolis terbesar Trump terkait konflik di Timur Tengah sejak masa kepresidenannya.
Langkah Trump ini mendapat perhatian luas karena menegaskan posisi Amerika Serikat dalam mendukung sekutu utamanya, Israel, di tengah ketegangan yang masih berlangsung di Gaza. Pembebasan sandera diyakini menjadi titik krusial bagi hubungan diplomatik dan upaya negosiasi antara Hamas dan Israel, sekaligus menunjukkan peran AS sebagai mediator internasional.
Meski detil mengenai proses pembebasan sandera masih terbatas, Vance meyakinkan publik bahwa keselamatan sandera menjadi prioritas utama pemerintah AS. “Kami berharap sandera dapat segera kembali ke keluarga mereka dengan aman,” ujarnya.
Trump diperkirakan akan tiba di Israel beberapa jam setelah pengumuman resmi pembebasan, dan kehadirannya dianggap simbol dukungan kuat AS terhadap Israel. Momen ini kemungkinan akan disorot media internasional sebagai salah satu titik penting dalam sejarah hubungan AS-Israel dan konflik Gaza.




