Selamat dari Longsor, Balita Arsa Ditemukan Sendirian di Atas Genting Rumah

JAKARTA, KBKNEWS.id –  Di tengah bencana tanah longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), seorang balita berusia dua tahun ditemukan selamat.

Balita bernama Arsa itu bertahan di atas genting rumahnya yang hancur diterjang longsor pada Sabtu dini hari (24/1/2026).

Longsor dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Bandung Barat sejak Jumat (23/1/2026). Material tanah dari perbukitan meluncur deras dan menimbun permukiman warga, termasuk rumah keluarga Arsa yang berada di Kampung Babakan.

Saat tim SAR gabungan melakukan pencarian, Arsa ditemukan sendirian di posisi lebih tinggi, tepat di atas genting rumah yang telah rata dengan tanah. Posisi tersebut diduga membuat balita itu terhindar dari timbunan material longsoran.

“Waktu ditemukan kondisinya lemas, badannya dingin, dan sempat muntah-muntah,” ujar Yayah, bibi Arsa, di lokasi pengungsian, Minggu (25/1/2026), dikutip kompas.com.

Arsa kemudian dievakuasi dan langsung dibawa ke Puskesmas Pasirlangu untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga Minggu siang, kondisinya terus dipantau oleh tenaga kesehatan.

Di balik keselamatan Arsa, keluarga masih menunggu kabar tentang kedua orangtuanya, Komarudin dan Epon, serta kakaknya Febri, yang hingga kini belum ditemukan. Rumah mereka dilaporkan tertimbun seluruhnya oleh material longsor.

“Orangtuanya sama kakaknya masih dicari. Rumahnya sudah tertimbun,” kata Yayah lirih.

Berdasarkan data sementara, longsor di wilayah Cisarua menyebabkan 10 warga meninggal dunia dan sekitar 89 orang dinyatakan hilang. Total warga terdampak mencapai 113 jiwa dari 34 kepala keluarga.

Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra menyebut Desa Pasirlangu menjadi titik terdampak paling parah. Selain longsor, pergeseran tanah juga terjadi di beberapa wilayah lain di Bandung Barat.

“Curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan dampak terbesar di Kecamatan Cisarua, khususnya Pasirlangu,” ujarnya.

Hingga kini, tim SAR gabungan bersama BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih melanjutkan proses pencarian dan evakuasi dengan pengamanan ketat, mengingat potensi longsor susulan masih tinggi.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here