Selidiki Serangan Kimia di Suriah, OPCW Gali Lagi Jenazah Korban

ilustrasi Anak Suriah mendapat perawatan setelah bom Kimia. EPA

SURIAH – Pemeriksa senjata kimia global akan mengambil langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya untuk menggali kembali beberapa jenazah korban di kota Suriah Douma.

Langkah tersebut dilakukan saat mereka bekerja untuk memverifikasi dugaan serangan kimia bulan lalu.

Kepala Organisasi Pelarangan Senjata Kimia Ahmet Uzumcu mengatakan kepada Financial Times, pada Kamis (3/5/2018) bahwa misi pencarian fakta organisasi telah mengumpulkan lebih dari 100 “sampel lingkungan” sejak mendapatkan akses ke situs timur laut Damaskus pada 21 April.

Misi OPCW untuk Douma diluncurkan setelah rekaman dari serangan 7 April dan mendorong serangan yang tak tertandingi pada instalasi militer Suriah.

“Ini adalah proses yang sangat sensitif. Itu sebabnya mereka sangat berhati-hati. Meskipun para ahli kami telah dapat menghadiri beberapa otopsi di masa lalu, ini akan menjadi yang pertama kalinya kami menggali jenazah,” katanya kepada surat kabar itu.

Sementara itu OPCW yang bermarkas di Den Haag mengkonfirmasi kepada AFP bahwa para inspektur memang ingin melakukan otopsi terhadap jenazah itu, menambahkan bahwa misi pencarian fakta “terus mengeksplorasi semua jalan untuk mengumpulkan bukti”.

Namun seorang pejabat OPCW mengatakan bahwa “terlalu dini untuk berspekulasi tentang kapan laporan akan siap untuk dibagikan” dengan pihak-pihak negara pengawas.

Misi OPCW memperoleh akses ke Douma pada 21 April setelah beberapa penundaan, tetapi para ahli mengatakan jejak-jejak kimia masih dapat ditemukan termasuk dalam tubuh korban.

Advertisement