BEKASI – Ibu Nurhayati dan anaknya, Gita harus lebih ekstra dalam menstabilkan perekonomian keluarga akibat krisis pandemi.
Hidup hanya berdua, Nurhayati dan Gita harus berjuang terus mencari uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga karena mereka termasuk salah satu keluarga yag terdampak krisis akibat pandemi.
Sang ibu yang merupakan seorang guru ngaji di sebuah Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) di dekat tempat tinggalnya, dan juga membuka kelas privat untuk anak-anak di sekitar rumahnya, awalnya mampu mencukupi kebutuhan kuliah Gita.
Namun situasi berubah tatkala virus pandemi masuk menyerang Indonesia. Terjadi penurunan kondisi secara drastis pada keluarga dan lingkungan mereka. Belum lagi dengan adanya kebijakan-kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), membuat Nurhayati dan Gita mulai kewalahan atas kondisi ekonomi keluarganya.
“Yang menjadi motivasi saya untuk terus berjuang adalah karena saya seorang guru. Nggak mungkin saya ngajarin ke anak-anak supaya tidak mengeluh tapi saya sendiri mengeluh. Saya harus bisa jadi contoh bagi anak-anak saya dan juga anak-anak yang saya ajar,” ujarnya.
Untuk menambah pemasukan, Gita dan ibunya kemudian mencoba berjualan takoyaki di sekitar rumahnya. Dengan bermodalkan meja, payung kecil, dan peralatan masak seadanya, mereka mulai buka jualannya dari pagi hingga malam hari.
“Untuk keperluan sehari-hari ya dari dagang takoyaki. Selama ini biasanya lebih banyak dari penghasilan ibu. Tapi sejak ibu sering sakit dan udah tidak mengajar private lagi, ekonomi keluarga drastis banget. Mangkanya Gita jualan takoyaki. Pagi sampai siang Gita jualan, terus karena sorenya Gita harus ngajar ngaji, jadi ibu yang gantiin. Nanti malamnya kalau Gita udah pulang, Gita lagi yang gantiin” seru Gita.
Beruntung juga, Gita dan sang Ibu terpilih dalam bantuan keluarga tangguh Dompet Dhuafa yang datang ke tempat jualannya di Jati Cempaka, Pondok Gede, Bekasi, pada Jum’at (11/9/2020).
Tim dompet dhuafa pun mengganti payung lusuh yang dipakainya jualan, dengan yang baru dan lebih lebar dan kokoh, juga memberikan alat jus buah, untuk menambah menu jualan mereka, dan modal dana usaha untuk menunjang keperluan-keperluan lainnya.
“Dalam kondisi kita yang seperti ini, kemudian datang bantuan dari Dompet Dhuafa, kami sangat bersyukur sekali. Senang sekali rasanya. Tentu kami akan memanfaatkan bantuan ini dengan semaksimal mungkin. Supaya pendapatan kami semakin meningkat. Mudah-mudahan suatu saat kami bisa membalasnya,” ucap Gita, dikutip dari laman dompetdhuafa.org.





