BOGOR – Kampung Silat Jampang (KSJ) Dompet Dhuafa kembali menggelar perlombaan tahunan, Festival Nasional Silat Tradisional yang ke 9, setelah sempat tertunda selama dua tahun akibat pandemi.
Meski demikian, KSJ membatasi jumlah peserta sebanyak 150 peserta dan peserta dan pendamping yang hadir pun dipastikan dalam keadaan sehat, bugar, dan tidak mengalami gejala-gejala infeksi Covid-19.
“Alhamdulillah tahun ini bisa dilaksanakan kembali meskipun dengan berbagai keterbatasan karena masih dalam situasi pandemi juga. Termasuk pesertanya pun terbatas,” ujar Herman Budianto, Direktur Dakwah, Budaya & Pelayanan Masyarakat Ahmad Shonhaji, GM Pendidikan, Budaya, dan Dakwah, pada saat acara berlangsung pada Sabtu (20/11/2021).
Herman mengharapkan dari festival ini, silat dapat menjadi gaya hidup bangsa Indonesia. Harapan lainnya iya sampaikan juga, bahwa para peserta kelak akan menjadi tokoh-tokoh silat yang membanggakan baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam sambutannya menjelang perlombaan dibuka, Kades Jampang menyampaikan harapan masyarakat Jampang kepada seluruh perguruan silat yang hadir.
“Saya berharap ini bukan sekedar sebagai ajang bagus-bagusan saja. Melainkan juga menjadi ajang silaturahmi bagi para pesilat di negeri ini. Mudah-mudahan juga dari kegiatan festival ini dapat lahir atlet-atlet baru pesilat nasional. Atau setidaknya memotivasi bagi adik-adik pesilat untuk terus berkarya dan mengembangkan diri. Mudah-mudahan juga kelak para pesilat pesilat yang hadir hari ini dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” tuturnya, dikutip dari dompetdhuafa.org.





