JAKARTA, KBKNEWS.id – Gubernur Aceh Muzakir Manaf menegaskan bahwa para bupati dan wali kota di Aceh tidak boleh menghilang ketika bencana melanda wilayah mereka.
Ia meminta seluruh pemimpin daerah hadir di lapangan dan proaktif membantu masyarakat yang terdampak banjir dan longsor.
“Harus proaktif memuliakan masyarakat. Jangan lari, jangan berdalih tidak tahu,” ujar Muzakir Manaf atau Mualem, Jumat (5/12/2025).
Mualem secara terbuka juga mengkritik kepala daerah yang dinilainya tidak kuat menghadapi situasi darurat. Ia menyebut pemimpin yang tidak sanggup bekerja di tengah bencana sebaiknya mundur dari jabatan.
“Kalau ada bupati atau wali kota yang cengeng, letakkan saja jabatan. Ganti yang lain, apa salahnya,” ucapnya.
Ia menegaskan seluruh unsur pemerintah, mulai dari camat hingga kepala desa, harus turun langsung memastikan bantuan dan penanganan bencana berjalan cepat. Kondisi di berbagai wilayah, kata Mualem, masih memerlukan perhatian serius karena banjir dan longsor melanda belasan kabupaten/kota.
Selama beberapa hari terakhir, Mualem telah meninjau sejumlah daerah terdampak seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. Ia menggambarkan situasi yang ia lihat hampir menyerupai bencana besar yang dialami Aceh dua dekade lalu.
“Banjir dan longsor kali ini seperti tsunami kedua,” ujarnya.
Bencana yang terjadi sejak 26 November itu melanda 18 kabupaten/kota. Mualem berharap masyarakat tetap tabah menghadapi kondisi sulit ini dan memastikan pemerintah terus bekerja memberikan bantuan serta perlindungan di wilayah terdampak.





