Informasinya, kata dia, korban yang datang ke Wonosoco yang merupakan kawasan objek wisata, bersama teman-temannya dengan mengendarai sepeda motor.
Saat terjadi banjir bandang, sepeda motor mio milik korban bersama sebuah sepeda motor mio milik temannya terbawa arus banjir bandang, mengingat lokasi parkir kedua sepeda motor tersebut memang berdekatan dengan sungai.
“Diduga, korban berupaya menyelamatkan kendaraannya yang terbawa arus banjir bandang, namun justru korban juga ikut terseret arus air yang deras itu,” ujar Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Bergas Catursasi Penanggungan.
Atas peristiwa tersebut, masyarakat bersama personel BPBD serta aparat kepolisian setempat melakukan pencarian. Namun hingga pukul 18.00 WIB, korban belum ditemukan dan upaya pencarian dihentikan sementara, karena kondisinya mulai gelap. Kedua kendaraan yang sempat terbawa arus banjir bandang, sudah dievakuasi.
Tembok rumah warga yang roboh itu baru terjadi selang tiga jam setelah terjadi banjir bandang. Selain itu banjir bandang mengakibatkan 30-an rumah warga tergenang banjir, sehingga setelah air surut harus membersihkan lantai rumah dari lumpur yang ikut terbawa banjir bandang.
Untuk itu, lanjut dia, BPBD Kudus menyiapkan mobil tangki yang membawa air bersih untuk membantu warga membersihkan lantai rumahnya dari lumpur.
Ia mengatakan jumlah personel BPBD Kudus yang diterjunkan di lokasi banjir bandang sebanyak 10 orang, ditambah sejumlah relawan yang juta ikut ke lokasi bencana untuk membantu warga terdampak banjir bandang.





